Hadiri Seminar Nasional UPH, Maruarar Sirait Dorong Pendidikan dan Keluarga Fondasi Indonesia Kuat

Rabu 04 Feb 2026, 10:16 WIB
Menteri PKP, Maruar Sirait saat sambutan dalam seminar di UPH Karawaci, Lippo Village, Kelapa Dua, Kota Tangerang, Banten, Selasa, 3 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Menteri PKP, Maruar Sirait saat sambutan dalam seminar di UPH Karawaci, Lippo Village, Kelapa Dua, Kota Tangerang, Banten, Selasa, 3 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Universitas Pelita Harapan (UPH) menyelenggarakan Seminar Nasional 2026 dalam rangkaian Puncak Perayaan Natal Nasional RI 2025. Kegiatan bertemakan “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” digelar di Kampus UPH Karawaci, Lippo Village, Kelapa Dua, Kota Tangerang, Banten, Selasa, 3 Februari 2026.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menyampaikan, seluruh rangkaian kegiatan Natal Nasional dirancang dengan konsep yang sederhana namun memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Satu, sederhana. Kedua, berdampak. Percuma kalau mewah, sementara masih banyak rakyat yang hidup dalam keterbatasan,” kata Maruarar dalam sambutannya, Selasa, 3 Februari 2026.

Ketua Panitia Natal Nasional 2025 itu menjelaskan, semangat berdampak tersebut diwujudkan melalui berbagai program sosial lintas iman, mulai bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga dukungan pembangunan di wilayah tertinggal. Menurutnya, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Pekan Depan, Maruarar Sirait Tegaskan Pengurusan IMB Akan Selesai 4 Jam Saja!

Ia juga menekankan pentingnya membangun industri dan menciptakan nilai tambah agar Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan sejahtera. Namun, kekuatan tersebut, katanya, harus berakar dari keluarga yang kokoh serta nilai-nilai yang dijaga dengan konsisten.

“Kita bisa merayakan Natal dengan cara yang sederhana dan terbuka,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

Maruar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk konsisten menjalankan arahan Presiden dalam tindakan konkret. Ia menegaskan bahwa kejujuran dalam memahami dan melaksanakan kebijakan pimpinan menjadi kunci keberhasilan. Menurutnya, konflik terkadang tidak dapat dihindari dalam upaya menegakkan kebenaran.

"Namun, dalam prinsip toleransi dan nilai kemanusiaan, tidak ada ruang untuk kompromi," ucapnya.

Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Sudah Serahkan 30 Ribu Unit Rumah Selama 2 Bulan

Lebih lanjut, ia menekankan, institusi paling mendasar dalam kehidupan berbangsa adalah keluarga dan komunitas. Maruarar juga mengapresiasi peran Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dalam merumuskan tema besar kebersamaan dalam Natal Nasional.

"Namun kita tidak boleh eksklusif,” katanya.

Sementara itu, Rektor UPH, Jonathan L. Parapak menegaskan, keluarga memiliki peran strategis dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai yang tumbuh di dalam keluarga disebut sangat menentukan wajah masa depan Indonesia.

“Kita semua menyadari Natal sangat penting bagi keluarga. Pentingnya karena melalui kehidupan keluarga, pendidikan harus mendapatkan perhatian serius,” katanya.

Melalui tema Natal Nasional tersebut, kata Jonathan, UPH ingin kembali meneguhkan peran institusi pendidikan dalam mendukung keluarga sebagai lingkungan pertama pembentukan nilai. Pendidikan, lanjutnya, tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial.

"Pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta tanggung jawab sosial," tuturnya.


Berita Terkait


News Update