Ramai Soal Epstein Files: Benarkah Ada Simulasi Pandemi? Warganet Pertanyakan Ucapan Dharma Pongrekun

Selasa 03 Feb 2026, 20:59 WIB
Dharma Pongrekun saat menghadiri debat Pilgub Jawa Barat 2024. Namanya kembali menjadi perbincangan setelah rilis dokumen Epstein Files. (Sumber: X/@sobatmiskintv)

Dharma Pongrekun saat menghadiri debat Pilgub Jawa Barat 2024. Namanya kembali menjadi perbincangan setelah rilis dokumen Epstein Files. (Sumber: X/@sobatmiskintv)

POSKOTA.CO.ID - Figur Dharma Pongrekun kembali menjadi sorotan publik setelah dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files dipublikasikan oleh otoritas Amerika Serikat.

Berkas tersebut memuat berbagai percakapan email Jeffrey Epstein, termasuk salah satunya yang dikirim kepada Bill Gates pada 2017 terkait konsep “simulasi pandemi strain”.

Dalam komunikasi tersebut, Epstein disebut memberikan gagasan mengenai digital health system atau sistem kesehatan berbasis digital untuk menghimpun data kesehatan masyarakat secara real-time. Namun, tidak dijelaskan secara rinci bentuk “simulasi pandemi” yang dimaksud dalam dokumen itu.

Sementara itu, pandemi Covid-19 sendiri tercatat pertama kali dilaporkan pada 31 Desember 2019. Meski tidak ada korelasi langsung yang dibuktikan secara ilmiah, sejumlah warganet kemudian berspekulasi bahwa konsep “simulasi pandemi” dalam berkas itu merujuk pada pandemi Covid-19 yang merebak global pada awal 2020.

Baca Juga: Siapa Jeffrey Epstein? Ini Profil, Jejak Kekayaan, dan Kronologi Kasus Seksualnya

Warganet Berbondong-Bondong Minta Maaf Kepada Dharma Pongrekun

Ramainya pembahasan mengenai Epstein Files mendorong publik untuk kembali mengingat pernyataan Dharma Pongrekun dalam debat Pilgub Jawa Barat 2024. Saat itu, Dharma menyebut bahwa pandemi Covid-19 merupakan bagian dari agenda terselubung yang melibatkan pihak asing.

“Saya paham betul tentang pandemi ini agenda terselubung dari asing untuk mengambil kedaulatan negara,” ujar Dharma dalam debat Pilgub 2024, seperti dikutip dari pernyataannya saat acara tersebut.

Pernyataan tersebut sempat menuai kritik karena dianggap tidak memiliki dasar akademik yang kuat. Namun, setelah rilis Epstein Files, warganet ramai-ramai mengaitkan kembali ucapannya dengan dokumen tersebut.

Sejumlah komentar warganet mulai bermunculan:

"terbukti bener ga cukup, gw pengen tau dia tau darimana ketika semua udah berusaha ditutup tapi masi bisa tau itu darimana sumbernya." ujar @Rin***

"Akhirnya kalian sdh sadar, malah di thn 2026 ini baru sadarnya, Mn kalian adh di vaksin. Mangkanya jgn mudahbdi bodohi" ujar @Ran***

“Besok Senin sepertinya kita semua harus minta maaf kepada Bapak Dharma Pongrekun,” tulis akun @pacxxxxx.

“Pak Dharma ternyata menceritakan kebenaran, kitanya aja yang naif,” ujar akun @firxxxxx.

“Maafkanlah kami kalau selama ini meragukan omongan Anda, Pak Dharma Pongrekun,” tambah akun @perxxxxx.

Baca Juga: Identitas Pensiunan PNS Penendang Kucing hingga Mati Siapa? Viral Jadi Sorotan

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana narasi digital dapat berubah seiring hadirnya dokumen atau informasi baru, meskipun belum tentu memiliki keterkaitan faktual yang dapat diverifikasi.

Dalam dokumen yang dirilis, gagasan Epstein mengenai pemanfaatan sistem digital untuk pemantauan kesehatan disebut sebagai inovasi dalam penanganan pandemi. Namun, dokumen itu tidak memberikan indikasi bahwa pandemi Covid-19 direkayasa atau direncanakan.

Meski demikian, viralnya dokumen tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali mendiskusikan isu-isu seputar pandemi, kedaulatan data, dan kebijakan kesehatan global.


Berita Terkait


News Update