Jadwal Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026 dan Periode Libur Lebaran Terbaru

Selasa 03 Feb 2026, 15:38 WIB
Ilustrasi Umat Islam melaksanakan ibadah Ramadhan di masjid pada malam pertama tarawih. (Sumber: Unsplash/Iqro Rinaldi)

Ilustrasi Umat Islam melaksanakan ibadah Ramadhan di masjid pada malam pertama tarawih. (Sumber: Unsplash/Iqro Rinaldi)

POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadhan selalu menjadi momen spiritual yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Selain kehikmatan beribadah, masyarakat juga menanti kepastian jadwal puasa dan hari raya untuk mengatur aktivitas, perjalanan, hingga rencana berkumpul bersama keluarga.

Menyongsong tahun 2026, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan serta tanggal Idul Fitri melalui maklumat resmi.

Penetapan ini disusun menggunakan perhitungan hisab hakiki wujudul hilal, sebuah metode ilmiah yang konsisten digunakan Muhammadiyah. Sistem tersebut merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sehingga tanggal-tanggal penting dapat dihitung jauh hari.

Baca Juga: Zakat Fitrah Pakai Uang Apakah Boleh? Ini Dalil, Pendapat Ulama, dan Fatwa MUI

Penetapan Jadwal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Dalam maklumat yang dirangkum dari, Muhammadiyah mengonfirmasi bahwa:

“1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026,” tulis maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Penetapan tersebut menjadi acuan bagi warga Muhammadiyah dalam memulai ibadah puasa. Berikut rincian lengkap tanggal penting pada tahun 1447 Hijriah:

  • 29 Syaban 1447 H: Selasa, 17 Februari 2026
  • 1 Ramadan 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026
  • 1 Syawal 1447 H (Idul Fitri): Jumat, 20 Maret 2026
  • 1 Zulhijjah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
  • 9 Zulhijjah 1447 H (Arafah): Rabu, 26 Mei 2026
  • 10 Zulhijjah 1447 H (Idul Adha): Kamis, 27 Mei 2026

Dengan penetapan yang bersifat prediktif dan ilmiah, informasi ini dapat digunakan sebagai perencanaan ibadah maupun persiapan lainnya jauh sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Perbedaan Metode Penetapan dengan Pemerintah

Meskipun Muhammadiyah menggunakan pendekatan hisab, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan rukyatul hilal yang digabungkan dengan perhitungan astronomi.

Perbedaan metode ini sering kali menghasilkan tanggal yang sama, namun tidak menutup kemungkinan terdapat perbedaan di beberapa tahun tertentu.

Dalam konteks 2026, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang akan digelar mendekati bulan Ramadhan.

Baca Juga: Jadwal Sidang Isbat 1 Ramadhan 2026 Kapan? Cek Tanggal Penentuan Awal Puasa dari Kemenag

Libur Lebaran 2026 Berdasarkan SKB 3 Menteri

Selain jadwal puasa, hal lain yang sangat dinantikan adalah tanggal libur Lebaran. Pemerintah Indonesia telah menetapkannya melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Rangkaian libur Lebaran 2026 yang telah disahkan adalah sebagai berikut:

  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri
  • Sabtu, 21 Maret 2026: Idul Fitri 1447 H
  • Minggu, 22 Maret 2026: Idul Fitri 1447 H
  • Senin, 23 Maret 2026: Cuti Bersama
  • Selasa, 24 Maret 2026: Cuti Bersama

Dengan demikian, masyarakat berpotensi mendapatkan libur panjang selama lima hari berturut-turut. Momentum ini biasanya dimanfaatkan untuk mudik, rekreasi, dan reuni keluarga.

Kepastian jadwal puasa dan hari raya memiliki dampak signifikan bagi kehidupan sosial dan ekonomi. Para pelaku usaha dapat mempersiapkan stok kebutuhan masyarakat, dunia pendidikan dapat menyesuaikan kalender akademik, dan keluarga dapat mengatur perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari lonjakan biaya maupun kepadatan lalu lintas.

Penetapan jadwal puasa Ramadhan dan libur Lebaran 2026 versi Muhammadiyah memberikan gambaran jelas bagi umat Islam untuk menyambut bulan suci.

Dengan ketetapan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026 dan Idul Fitri pada 20 Maret 2026, masyarakat dapat menyiapkan rencana ibadah maupun kegiatan sosial lainnya secara lebih matang.

Sementara itu, pemerintah telah menetapkan libur Lebaran melalui SKB 3 Menteri, sehingga seluruh sektor dapat menyesuaikan jadwal operasional dan aktivitas masing-masing.

Semoga informasi ini menjadi rujukan yang akurat dan membantu dalam menyambut Ramadhan dengan kesiapan terbaik.


Berita Terkait


News Update