10 Alasan Mengapa Paylater Bisa Membuat Kamu Miskin Perlahan

Selasa 03 Feb 2026, 16:15 WIB
Penggunaan paylater meningkat tajam dalam empat tahun terakhir, memicu kekhawatiran terhadap kesehatan finansial generasi muda. (Sumber: Poskota/Yusuf Sidiq)

Penggunaan paylater meningkat tajam dalam empat tahun terakhir, memicu kekhawatiran terhadap kesehatan finansial generasi muda. (Sumber: Poskota/Yusuf Sidiq)

Baca Juga: Galbay Shopee PayLater dan SPinjam, Sejauh Mana Risiko Hukum Mengintai? Simak Penjelasan Soal Somasi hingga Gugatan

Panduan Menghindari Jerat Paylater

Berikut beberapa saran praktis yang relevan dari channel tersebut yang dapat diterapkan:

  • Catat semua daftar utang, termasuk cicilan kecil.
  • Gunakan strategi pelunasan seperti snowball atau avalanche.
  • Hapus akses instan dengan meng-uninstall aplikasi kredit.
  • Terapkan prinsip “save first, buy later”.
  • Bangun dana darurat kecil (misalnya Rp1 juta) untuk mengurangi ketergantungan pada utang.

Paylater memang menawarkan kenyamanan, tetapi konsekuensi psikologis dan biaya tersembunyi menjadikannya alat konsumsi berisiko tinggi.

Dengan membangun disiplin menabung, transparansi utang, dan pengendalian impuls, masyarakat dapat keluar dari jebakan konsumtif ini. Kesadaran kolektif bahwa kekayaan dibangun dari pengendalian diri, bukan dari cicilan, harus menjadi gerakan publik.


Berita Terkait


News Update