TAMANSARI, POSKOTA.CO.ID - Pengelola kawasan wisata Kota Tua mengklaim mengalami peningkatan pengunjung semenjak dijadikan lokasi syuting film yang dibintangi Lisa Blackpink.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra menyebutkan peningkatan pengunjung terjadi saat akhir pekan.
"Pastinya (mengalami peningkatkan jumlah pengunjung), terutama Sabtu-Minggu," kata Denny melalui pesan singkat saat dikonfirmasi Poskota pada Senin, 2 Februari 2026.
Namun demikian, Denny menyampaikan jumlah wisatawan yang berkunjung Kota Tua angkanya fluktuatif karena cuaca yang tidak menentu.
Baca Juga: Heboh Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Digosipkan Cerai, Asli Atau Hoax?
"Tapi (angka jumlah pengunjung) enggak menentu ketika hujan terus," ucapnya.
Saat ini pengelola Kota Tua sedang menghimpun data angka wisatawan yang berkunjung ke Kota Tua, dalam hal ini perbandingan setelah adanya syuting film yang dibintangi Lisa Blackpink tersebut.
Adapun lokasi syuting film produksi asal Korea Selatan ini berada di Jalan Cengkeh, Kelurahan Pinangsia, Tamansari.
Denny menyebutkan proses pengambilan gambar ini tidak berdampak terhadap pengunjung, meski aktivitas pedagang di lokasi binaan (lokbin) Kota Intan harus ditutup sementara, karena lokasi syuting harus steril.
"Karena syuting film di daerah penunjang Kota Tua. Pengaruh kepada yang lintasan sama warga setempat. Kawasan inti yang ada museum tetap berjalan normal," tuturnya.
60 Pedagang Diberikan Kompensasi

Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat menyebut ada sebanyak 60 pedagang Lokbin Kota Intan di kawasan Kota Tua terpaksa libur berjualan karena digunakan untuk syuting.
Kasudin PPKUKM Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid menyebut angka itu berdasarkan data 31 Januari sampai 1 Februari 2026.
"Total ada 60 pedagang per 31 Januari-1 Februari 2026 (tentatif),” kata Iqbal.
Meski tidak bisa berjualan karena lokasi dipakai syuting, Iqbal memastikan Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan skema kompensasi terhadap puluhan pedagang di Lokbin Kota Intan.
"Tentunya Pemprov DKI tetap memperhatikan kesejahteraan pedagang dengan memberikan kompensasi atas kegiatan tersebut," ucapnya.
Iqbal menyampaikan, penutupan tersebut merupakan tindaklanjut dari hasil rapat yang digelar pada 15 Januari 2026 lalu.
"Pada rapat tersebut dipaparkan pihak JXB terkait pelaksanaan shooting yang akan di laksanakan di beberapa tempat di area Kota Tua," ucap dia.
Sebagai tambahan informasi, syuting film tersebut akan berlangsung dari 31 Januari hingga 7 Februari 2026.
