Dokumen tersebut juga mengaitkan namanya dengan pengembangan hotel milik mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Tak hanya itu, dalam dokumen yang sama juga tercantum klaim mengenai pembelian properti Trump di kawasan Beverly Hills.
Sosok pendiri MNC Group tersebut juga disebut-sebut terkait dengan transaksi tersebut, sehingga memunculkan berbagai interpretasi di kalangan warganet.
Selain soal properti, dokumen tersebut turut menyinggung adanya pertemuan dengan pihak yang disebut sebagai Indonesian CIA.
Penyebutan istilah ini justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik.
Namun, hingga kini, tidak ada penjelasan resmi mengenai apa yang dimaksud dengan istilah tersebut dan siapa pihak yang dirujuk.
Di tengah derasnya perbincangan di media sosial, Hary Tanoesoedibjo hingga kini belum memberikan komentar atau klarifikasi terkait pencatutan namanya dalam dokumen yang beredar tersebut.
