Meski niat sejatinya cukup di dalam hati, umat Islam dianjurkan untuk melafalkan niat agar lebih mantap dan terhindar dari keraguan. Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadhan.
Tulisan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin:
Nawaitu shauma ghadin 'an qadha-i fardhi ramadhaana lillahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya niat berpuasa untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta'ala.”
Waktu yang Dianjurkan untuk Melaksanakan Puasa Qadha
Para ulama sepakat bahwa puasa qadha Ramadhan harus diselesaikan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.
Meski demikian, terdapat beberapa waktu yang dinilai lebih utama untuk melaksanakannya.
Bulan Syawal menjadi waktu yang paling dianjurkan untuk mengganti puasa Ramadhan, kecuali pada tanggal 1 Syawal yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri.
Selain Syawal, puasa qadha juga dapat dilakukan pada bulan-bulan berikutnya, termasuk bulan Syaban.
Sebagian ulama bahkan menyebutkan, batas ideal pelunasan utang puasa adalah sebelum pertengahan bulan Syaban, agar tidak berdekatan dengan Ramadhan berikutnya.
Baca Juga: Edit Foto Prewedding di Gemini AI Tanpa Harus ke Studio
Bolehkah Puasa Qadha Digabung dengan Puasa Sunah?
Dalam praktiknya, puasa qadha Ramadhan juga diperbolehkan digabung dengan puasa sunah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa enam hari di bulan Syawal.
