Dia menegaskan, pengiriman sampah ke RDF Plant Rorotan hanya menggunakan truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025.
“Tidak ada lagi kendaraan terbuka yang masuk ke RDF Plant Rorotan. Truk compactor tertutup ini dirancang untuk mencegah bau dan ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan,” kata Asep.
Asep mengatakan, pihaknya nanti akan mengoperasikan pos pantau di dua titik akses utama dari arah Jakarta Utara dan Jakarta Timur.
Baca Juga: Ada Syuting Film Ma Dong-seok dan Lisa Blackpink, Kawasan Inti Kota Tua Tetap Dibuka untuk Wisatawan
Di pos tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, termasuk memastikan bak tertutup rapat dan penampungan lindi tidak bocor.
“Kendaraan yang tidak memenuhi SOP langsung kami hentikan dan kami minta kembali ke lokasi asal. Selama hampir empat pekan terakhir, tidak ada keluhan masyarakat terkait ceceran air lindi di sepanjang rute menuju RDF Plant Rorotan,” ungkap Asep.
Meski dalam beberapa waktu terakhir Jakarta dihadapkan pada cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, Asep memastikan langkah mitigasi terus dilakukan melalui penyesuaian teknis operasional di lapangan.
“Prinsip kehati-hatian menjadi pegangan kami. Semua proses kami kawal ketat agar pengelolaan sampah berjalan aman, terkendali, dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Asep mengungkapkan, penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan adalah bagian dari upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman, dan bertanggung jawab.
“Fasilitas ini dibangun agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti beberapa daerah,” ujar Asep. (cr-4)
