Banjir Rendam Kebon Pala, Polisi Gunakan Perahu Karet untuk Evakuasi Warga

Jumat 30 Jan 2026, 16:59 WIB
Ditpolairud Polda Metro Jaya mengerahkan Tim SAR untuk evakuasi warga korban banjir di wilayah Kebon Pala, Jakarta Timur, Jumat, 30 Januari 2026. (Sumber: Dok. Ditpolairud Polda Metro Jaya)

Ditpolairud Polda Metro Jaya mengerahkan Tim SAR untuk evakuasi warga korban banjir di wilayah Kebon Pala, Jakarta Timur, Jumat, 30 Januari 2026. (Sumber: Dok. Ditpolairud Polda Metro Jaya)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya mengerahkan Tim SAR untuk melakukan evakuasi warga korban banjir di wilayah Kebon Pala, Jakarta Timur pada Jumat, 30 Januari 2026.

Direktur Polairud Polda Metro Jaya, Kombes Mustofa mengungkapkan sebanyak 54 rumah warga terdampak akibat banjir yang terjadi kali ini.

Pihaknya langsung mengerahkan petugas lengkap dengan sarana pendukung perahu karet untuk menjangkau para warga terdampak di lokasi banjir.

Baca Juga: Korban Tewas Tertimpa Longsor TPT di Bogor Dikenang sebagai Pribadi yang Taat Ibadah

"Sejumlah sarana pendukung turut dikerahkan, antara lain perahu karet, skiff boat, serta perlengkapan keselamatan guna menjangkau permukiman warga yang terdampak genangan," ujar Mustofa dalam keterangannya, Jumat, 30 Januari 2026.

Mustofa menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi fokus utama dalam setiap langkah penanganan bencana yang dilakukan oleh jajarannya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat kepolisian apabila membutuhkan bantuan selama banjir berlangsung.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kehadiran Ditpolairud di lokasi banjir merupakan bentuk kesiapan kami untuk membantu warga terdampak,” kata Mustofa.

Baca Juga: Pasar Petani Garuda Mulai Dioperasionalkan, Bupati Bogor Dorong Penguatan Petani dan Ketahanan Pangan Daerah

Mustofa memastikan personel akan tetap disiagakan dan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi banjir di wilayah Jakarta Timur, khususnya di kawasan yang rawan terdampak.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi kondisi cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya masih akan terjadi hingga 1 Februari 2026.

Hujan deras dan angin kencang pun terjadi dalam sepekan terakhir mengakibatkan sejumlah titik di Jakarta tergenang air dengan ketinggian bervariasi.

Baca Juga: 15 Rumah Rusak dan 51 Warga Mengungsi Akibat Pergeseran Tanah di Bogor

Oleh karena itu, bagi masyarakat yang memerlukan pertolongan akibat banjir bisa menghubungi layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti. (man)


Berita Terkait


News Update