"Minggu lalu banjir sampai tiga hari, tapi airnya enggak terlalu tinggi. Kalau sekarang, tadi pagi itu airnya udah tinggi, listrik juga udah mati," ucap dia.
Senada dengan Vera, warga lainnya di lokasi, Susanti, 53 tahun juga memilih mengungsi karena khawatir anaknya yang masih kecil sakit.
"Karena ada anak-anak, jadi ngungsi. Terus juga enggak ada listrik, jadi ya mending ngungsi," ucap dia.
Baca Juga: Kali Angke dan Pesanggrahan Tak Lagi Meluap, Banjir di Wilayah Kembangan Dipastikan Surut
Sementara itu, bantuan berupa makanan siap saji untuk warga telah disiapkan di lokasi pengungsian.
Salah satu pengungsian di gedung sekolah SD Negeri 02 Kampung Melayu, warga terlihat berjejer di ruang-ruang kelas, bahkan hingga keluar ruangan.
Lokasi bangunan sekolah juga bisa dipakai sebagai tempat evakuasi warga karena kini tengah diterapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari Pemprov DKI.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, ada 41 kepala keluarga terdiri dari 152 jiwa mengungsi di lokasi pengungsian SD Negeti 02 Kampung Melayu. (pan)
