Lebih lanjut, Abil menyoroti potensi pelanggaran hukum dari praktik tersebut. Ia menilai proses rekrutmen ini bertentangan dengan prinsip perlindungan data pribadi yang selama ini digaungkan pemerintah.
“Bukan hanya praktek yang aneh, ini melanggar undang-undang pelindungan data pribadi yang diusulkan oleh Komdigi sendiri. Sudah jelas nggak boleh membongkar data pribadi, tapi ini dia membongkar sendiri,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kebocoran semacam ini dapat merugikan banyak pihak, terutama para pencari kerja yang telah menyerahkan dokumen pribadinya.
Baca Juga: Kenapa Chiki Fawzi Dicopot dari Petugas Haji 2026? Ini Penjelasan dan Fakta Terbarunya
Unggahan Viral Diikuti Dugaan Serangan Siber
Tak berhenti sampai di situ, Abil juga mengaku mengalami kejadian mencurigakan setelah unggahannya viral. Ia mengklaim hanya dalam waktu dua jam setelah video tersebut dipublikasikan, terjadi sejumlah upaya serangan siber terhadap dirinya.
Menurut pengakuannya, serangan tersebut bahkan mencoba menerobos akun media sosial pribadinya, sehingga menambah kekhawatiran publik terhadap keamanan digital dan transparansi proses rekrutmen instansi pemerintah.
Hingga kini, kasus viral loker Komdigi yang diduga menyebarkan data pribadi lewat Google Drive tersebut masih menjadi perbincangan luas di media sosial dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.
