Pada masa itu, ia kerap tampil di berbagai turnamen internasional dan menjadi bagian dari generasi pebulu tangkis yang turut mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Setelah gantung raket, Kurniahu melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih.
Dirinya aktif membina atlet-atlet muda di klub Tangkas dan dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam proses pembinaan jangka panjang.
Dari tangannya, lahir banyak pemain potensial yang kemudian mewarnai persaingan bulu tangkis nasional.
Perannya di PB Tangkas menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pembinaan atlet di Indonesia.
Selain sebagai pelatih, Kurniahu juga merupakan figur ayah yang sangat berpengaruh dalam perjalanan karier Marcus Fernaldi Gideon.
Sejak usia dini, dia mendorong Marcus untuk menekuni dunia bulu tangkis secara serius.
Kurniahu bahkan sempat merelakan putranya untuk menempuh pendidikan di Singapura, sembari tetap berlatih bulu tangkis.
Namun, pada fase tersebut, tujuan utama bukan lagi mengejar prestasi di level internasional.
Setelah Marcus memutuskan kembali ke Indonesia karena tidak betah di Singapura, Kurniahu mengambil peran lebih besar dengan memberikan gemblengan langsung kepada sang putra.
Proses pembinaan intensif tersebut menjadi fondasi penting dalam perkembangan teknik dan mental bertanding Marcus.
