Hindari penggunaan paylater untuk gaya hidup atau konsumsi jangka pendek, fitur ini sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan darurat saja ataupun untuk pembelian barang yang menunjang produktivitas (seperti alat kerja) dengan perhitungan matang.
4. Rutin Melakukan Evaluasi Keuangan
Mencatat setiap transaksi dan cicilan yang berjalan adalah kunci. Dengan melakukan evaluasi mingguan, Gen Z dapat memantau sejauh mana beban utang yang dimiliki dan segera menghentikan penggunaan paylater jika arus kas mulai tidak seimbang.
Baca Juga: Pakai Paylater? Ini Cara Melindungi Data Pribadi agar Tidak Jadi Sasaran Penipuan
Waspada Modus Penipuan
Salah satu cara paling ummum dalam kasus penipuan paylater, phishing menjadi salah satu cara pelaku menyamar sebagai pihak resmi seperti customer service, mitra e-commerce, hingga lembaga keuangan.
Modusnya beragam seperti mengirimkan tautan palsu yang terlihat seperti situs resmi.
Memberikan pesan yang berisikan ancaman akun akan diblokir atau memberikan iming-iming hadiah, cashback, dan kenaikan limit mendadak.
Tidak semua layanan yang menyediakan paylater memiliki standar keamanan dan perlindungan data yang memadai.
Beberapa platform ilegal menawarkan bunga rendah dan limit besar, namun tidak memiliki sistem keamanan yang kuat atau mekanisme perlindungan konsumen.
Sebelum menggunakan layanan paylater, pastikan: Terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Memiliki kebijakan perlindungan data yang jelas Menyediakan layanan pelanggan yang bisa dihubungi
