POSKOTA.CO.ID - Waktu berjalan cepat. Tanpa terasa, bulan suci Ramadan sudah di depan mata. Suasana masjid mulai terasa lebih hidup, kalender hijriah kian sering diperhatikan, dan pembicaraan seputar puasa kembali ramai.
Di titik ini, muncul satu pertanyaan reflektif: sejauh mana kesiapan kita menyambut Ramadan?
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah momen penting untuk memperbaiki diri, menata ulang kebiasaan, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama.
Dilansir dari laman resmi Rumah Zakat pada Selasa, 27 Januari 2026. Kami mengajak umat Muslim untuk mulai mempersiapkan Ramadan secara bertahap agar ibadah tidak terasa mendadak ketika bulan penuh berkah itu tiba.
Baca Juga: Batas Waktu Bayar Fidyah Puasa Ramadhan Kapan? Simak Penjelasannya
Benahi Hutang Ibadah Sejak Dini

Langkah awal menyambut Ramadan adalah menyelesaikan tanggungan ibadah dari masa lalu. Beban ibadah yang belum tertunaikan dapat mengurangi ketenangan batin saat memasuki bulan suci.
Beberapa hal yang bisa mulai dilakukan antara lain:
- Menyelesaikan qadha puasa Ramadan sebelumnya sesuai kemampuan.
- Menunaikan fidyah bagi yang tidak memungkinkan berpuasa.
- Membiasakan puasa sunnah Senin-Kamis sebagai latihan fisik dan mental.
- Memulai interaksi ringan dengan Al-Qur’an melalui murottal atau tadarus.
- Melatih bangun lebih awal untuk tahajud, meski hanya dua rakaat.
- Membersihkan tanggungan ibadah menjadi bentuk kesiapan hati sebelum Ramadan benar-benar hadir.
Benahi Fisik dan Pola Hidup Sehat
Ibadah yang optimal membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Tanpa persiapan, perubahan jam tidur dan pola makan saat puasa sering memicu kelelahan di awal Ramadhan.
Agar tubuh lebih siap, lakukan langkah sederhana berikut:
- Kurangi konsumsi kafein dan gula secara bertahap.
- Sisihkan waktu olahraga ringan minimal 30 menit per hari.
- Biasakan tidur lebih awal agar tubuh siap bangun sahur.
- Susun menu sahur bernutrisi seimbang, kaya protein dan serat.
- Pastikan kebutuhan cairan harian tercukupi untuk mencegah dehidrasi.
Persiapan fisik bukan berlebihan, melainkan investasi agar ibadah tetap fokus dan emosi lebih stabil selama berpuasa.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Terbit, Download Link Versi Resmi Kemenag di Sini
