“Kalau internasional dari 2024 ke 2025 kita naik 2,5 kali lipat. Jadi ada peningkatan 250 persen,” tegas Andreas.
Capaian tersebut menjadi catatan positif, terutama di tengah kondisi industri otomotif global yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Penjualan Mobil Nasional Turun
Sebagai gambaran kondisi pasar otomotif nasional, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan mobil baru secara ritel pada 2025 tercatat 833.692 unit.
Baca Juga: Beda Podgeter dan Vape Apa? Viral Disorot Warganet usai Terungkap Mengandung Zat Berbahaya
Sementara itu, angka distribusi dari pabrik ke diler atau wholesales berada di level 803.687 unit.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, retail sales mobil baru mengalami penurunan sekitar 6,3 persen dari 889.680 unit pada 2024. Penurunan juga terjadi pada wholesales yang merosot 7,2 persen, dari 865.723 unit di tahun sebelumnya.
Di tengah penurunan penjualan mobil baru, kinerja positif Audio Plus Indonesia menunjukkan bahwa sektor pendukung otomotif masih memiliki peluang, terutama melalui diversifikasi pasar dan ekspansi internasional.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pelaku industri otomotif perlu beradaptasi dengan perubahan pasar agar tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi global.
