Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh menjelaskan, bahwa amblasnya jalan disebabkan pergerakan tanah yang dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi.
Ia menyebut, kondisi tanah di wilayah tersebut memang labil dan saling terhubung dengan titik pergerakan tanah lain.
"Ini murni pergerakan tanah. Di bawahnya memang sudah kosong. Kalau penanganannya tidak permanen, kejadian seperti ini pasti terulang," tuturnya.
Baca Juga: Jasmine Wiljono Siapa? Ini Sosok yang Viral Disebut Sebagai Pemilik Whip Pink
Hamdan mengakui, selama ini penanganan di tanjakan Tajur masih bersifat darurat dan parsial, karena keterbatasan anggaran.
"Upaya sementara dilakukan dengan mengisi rongga tanah menggunakan batu dan melandaikan kembali tanjakan agar jalan tetap bisa dilalui," tambahnya.
"Jika penanganan permanen harus menyeluruh. Seluruh badan jalan terdampak harus dipancang," sambungnya.
Menurut Hamdan, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan permanen diperkirakan mencapai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.
"Untuk penanganan menyeluruh di tanjakan Tajur, minimal anggarannya di atas Rp2 miliar sampai Rp3 miliar," pungkasnya.
