Kardi mengaku sudah terbiasa mencari barang-barang bekas yang masih memiliki nilai jual. Ia juga menyebut pernah menemukan barang-barang pribadi milik warga yang hanyut terbawa banjir.
“Dompet ada isinya KTP, SIM, STNK, lengkap. Saya enggak tahu orangnya, akhirnya dipantau sama pengawas sini langsung dipulangin ke orangnya,” tuturnya.
Pantauan Poskota di lokasi, sejumlah warga tampak mengais tumpukan sampah yang terdiri dari limbah rumah tangga hingga perabotan. Terlihat pula sampah plastik, kasur bekas, kursi, dan peralatan rumah tangga lain yang masih bisa digunakan.
Warga juga mengumpulkan material seperti aluminium dan besi yang dapat dijual kembali. Di sisi lain, petugas kebersihan terlihat bergotong royong memuat sampah ke dalam truk untuk diangkut ke tempat pembuangan.
Sampah Pasca Banjir Akan Diangkut ke TPST Bantar Gebang
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, banjir di sejumlah wilayah meninggalkan tumpukan sampah dalam jumlah besar. Sampah tersebut tidak hanya berasal dari permukiman warga, tetapi juga kiriman dari wilayah lain yang terbawa aliran sungai.
“Memang sampah ini dimungkinkan dihasilkan tak hanya dari permukiman warga saja. Tetapi datang dari sampah yang berasal dari aliran wilayah lain yang melalui kali Jakarta Barat,” kata Iin.
Ia memastikan tumpukan sampah di Jalan Kembangan Baru tidak dibiarkan menumpuk dan akan diangkut menggunakan armada truk.
“Jadi tumpukan sampah yang mungkin teman-teman lihat itu memang yang dalam proses kami akan angkut ke Bantar Gebang,” ungkapnya.
Iin menambahkan, pada Minggu, 25 Oktober 2025 lalu, pihaknya telah mengerahkan 20 truk untuk mengangkut sampah sisa banjir.
