Wabah Virus Nipah di India Jadi Peringatan Global, Penularan Terjadi dari Hewan ke Manusia

Senin 26 Jan 2026, 17:12 WIB
Wabah Virus Nipah Kembali Muncul di India, Ancaman Zoonosis Mematikan Tanpa Vaksin Jadi Sorotan Dunia (Sumber: Pinterest)

Wabah Virus Nipah Kembali Muncul di India, Ancaman Zoonosis Mematikan Tanpa Vaksin Jadi Sorotan Dunia (Sumber: Pinterest)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menjelaskan bahwa wabah Nipah sebelumnya kerap terjadi di wilayah dengan interaksi dekat antara manusia, satwa liar, dan ternak. Lingkungan padat penduduk serta mobilitas tinggi memperbesar risiko penyebaran.

“Transmisi nosokomial penularan di fasilitas kesehatan menjadi tantangan utama jika alat pelindung diri tidak digunakan secara optimal,” tulis CDC dalam laporan teknisnya.

Baca Juga: Cek Jadwal Pemadaman Listrik Senin 26 Januari 2026, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak di Indonesia

Dampak terhadap Tenaga Kesehatan dan Sistem Medis

Kasus terbaru di India kembali menegaskan bahwa tenaga kesehatan berada di garis depan risiko. Infeksi pada dokter dan perawat bukan hanya berdampak pada keselamatan individu, tetapi juga pada ketahanan sistem layanan kesehatan. Ketika tenaga medis terpapar, kapasitas penanganan pasien lain ikut terancam.

Pemerintah daerah telah memperketat protokol pengendalian infeksi, termasuk penggunaan APD, pembatasan kunjungan rumah sakit, serta edukasi publik. Langkah-langkah ini penting untuk mencegah skenario terburuk seperti yang pernah terjadi pada wabah global sebelumnya.

Komentar publik yang berharap “tahun 2026 menjadi seperti 2016, bukan 2019” mencerminkan trauma kolektif akibat pandemi COVID-19. Meski virus Nipah berbeda secara karakteristik, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi wabah lokal yang meluas.

Para ahli epidemiologi menekankan pentingnya surveilans dini, transparansi data, dan kerja sama internasional. Investasi pada riset vaksin dan terapi juga menjadi kebutuhan mendesak, mengingat virus zoonosis diperkirakan akan terus muncul seiring perubahan lingkungan dan iklim.

Sebagaimana ditegaskan WHO, “Pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons cepat adalah kunci untuk mengurangi dampak wabah penyakit menular berbahaya.”


Berita Terkait


News Update