BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor memeriksa 20 perusahaan dalam kasus ribuan ikan mati diduga tercemar limbah pabrik di Situ Citongtut, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Ketua Tim Penegakan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Bogor, Uli Tiarma Sinaga mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel air di empat titik berpotensi tercemar.
“Untuk Ph aman, baku mutu Ph di 6-9, tadi kita masuknya di 6,68 itu masuk baku mutu, jadi memenuhi baku mutu,” kata Uli kepada wartawan di Situ Citongtut, Senin, 26 Januari 2026.
Meski air dinyatakan aman, DLH Bogor tetap memeriksa parameter lain yang diuji secara labolatorium.
Baca Juga: DLH Bogor Investigasi Penyebab Ribuan Ikan Mati di Situ Citongtut
Ribuan Ikan Mati Terambang
Ribuan ikan tersebut ditemukan mati mendadak, Sabtu, 24 Januari 2026. Dalam unggahan video terlihat ikan-ikan terambang di air yang tampak pekat, mulai Ikan mujair hingga sapu-sapu.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan, pihaknya akan mengidentifikasi penyebab ikan-ikan mati.
"Infonya akan kita tindaklanjuti," ucapnya.
Ajat meminta masyarakat menunggu hasil pengecekan dari tim yang dikerahkan terkait penyebab kematian ikan-ikan.

"Sudah saya perintahkan untuk cek dan re-check, tunggu hasilnya," katanya.
Pencemaran Bukan Kali Pertama
Pencemaran air di Situ Citongtut rupanya bukan terjadi hanya sekali. Pada 2022, sejumlah perusahaan terbukti membuang limbah ke Situ Citongtut.
