Harga Tembus Rp150 Ribu per Kg, Pedagang Daging Sapi di Serang Mogok Jualan

Senin 26 Jan 2026, 17:57 WIB
Suasana Pasar Baros yang sepi dampak mogok jualan pedagang daging. (Sumber: Istimewa)

Suasana Pasar Baros yang sepi dampak mogok jualan pedagang daging. (Sumber: Istimewa)

SERANG, POSKOTA.CO.ID – Pedagang dan pengusaha daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Serang melakukan aksi mogok jualan, Senin, 26 Januari 2026. Aksi ini dipicu melonjaknya harga daging sapi yang berdampak pada turunnya daya beli masyarakat.

Sejak pagi, lapak pedagang daging sapi di pasar tradisional tampak sepi. Banyak pedagang memilih tidak berjualan karena khawatir merugi akibat minimnya pembeli.

Staf Pengelola Pasar Baros Kabupaten Serang, Habibie, menyebut sempat ada dua pedagang yang membuka lapak pada pagi hari. Namun, keduanya berhenti berjualan menjelang siang.

Baca Juga: Usai Mogok Dagang! Pedagang Daging Sapi di Pasar Reni Jaya Lama Depok Diserbu Pembeli

“Pagi tadi masih ada dua pedagang yang berjualan, tapi menjelang siang sudah tidak ada lagi yang membuka lapak daging sapi,” ujar Habibie.

Berdasarkan keterangan konsumen, harga daging sapi di Pasar Baros kini mencapai Rp150.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai terlalu tinggi sehingga memberatkan masyarakat dan membuat konsumen beralih ke bahan pangan lain yang lebih terjangkau.

Para pedagang mengaku aksi mogok ini dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus harapan agar pemerintah segera mengambil langkah menstabilkan harga. Mereka berharap harga daging sapi kembali normal agar aktivitas jual beli berjalan lancar.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, membenarkan adanya aksi mogok jualan tersebut.

Menurut Titi, aksi ini dipicu kenaikan harga daging sekitar Rp5.000 dari harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

“Itu informasi dari asosiasi, katanya impor sapinya mahal,” kata Titi saat dihubungi.

Titi menambahkan, aksi mogok dilakukan secara serentak selama dua hari, terhitung Senin hingga Selasa. Aksi ini disebut sebagai bentuk solidaritas antarpedagang dengan harapan harga sapi impor turun sehingga daya beli meningkat.

“Mogoknya dua hari, tapi biasanya suka ada suratnya, ini enggak ada suratnya, katanya asosiasi ngider ke pasar-pasar, bentuk solidaritas, biar turun harganya, biar konsumen terbeli,” pungkasnya.


Berita Terkait


News Update