Kebakaran Mobil Gelora E di Tol JORR, DFSK Beri Penjelasan Resmi

Minggu 25 Jan 2026, 17:42 WIB
Mobil listrik DFSK Gelora E terbakar di Tol JORR. (Sumber: TikTok/@sadewa1201)

Mobil listrik DFSK Gelora E terbakar di Tol JORR. (Sumber: TikTok/@sadewa1201)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Sebuah mobil listrik DFSK Gelora E dilaporkan mengalami kebakaran saat melintas di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Kebakaran tersebut terjadi di Km 23+300 A pada Jumat, 16 Januari 2025 sekitar pukul 16.15 WIB.

Peristiwa ini dengan cepat menjadi perhatian publik setelah sejumlah video yang merekam proses pemadaman kendaraan tersebut beredar luas di media sosial.

Salah satu rekaman diunggah oleh akun TikTok @sadewa1201, yang memperlihatkan mobil listrik dalam kondisi terbakar di bahu jalan tol.

Dari visual yang beredar, kendaraan yang terlibat dipastikan merupakan DFSK Gelora E, mobil listrik komersial yang dipasarkan di Indonesia.

Baca Juga: Chery Siapkan 7 Model Baru di 2026, dari City Car EV hingga Mobil Offroad

DFSK Lakukan Investigasi Awal

DFSK Gelora E. (Sumber: DFSK)

Menanggapi insiden tersebut, PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek DFSK di Indonesia menyatakan telah melakukan pemeriksaan awal terhadap unit kendaraan yang terbakar.

Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengatakan bahwa dari hasil pengecekan sementara, sumber kebakaran dipastikan bukan berasal dari baterai mobil listrik.

“Melihat dari bagaimana mobil terbakar, bisa dipastikan bukan dari baterai. Sebab, kalau baterai mobil listrik terbakar biasanya akan berbentuk U, ada asap kimianya berwarna hitam,” ujar Cing Hok Rifin saat ditemui di Depok, Sabtu, 24 Januari 2025.

Ciri Kebakaran Baterai Tidak Ditemukan

Cing Hok Rifin menjelaskan, kebakaran pada baterai kendaraan listrik memiliki karakteristik tertentu yang tidak terlihat pada kasus DFSK Gelora E di Tol JORR.

Baca Juga: Chery Serahkan 5.000 Unit TIGGO Series CSH ke Konsumen Indonesia

“Biasanya enggak langsung api, asap tebal dulu, terus baru kayak mercon, baru api, dan apinya itu bisa sampai 600 derajat (Celcius). Kalau baterai terbakar, berarti lantai mobil itu sudah meleleh, ada lubang besar di atas baterainya,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak ditemukan pada unit Gelora E yang terbakar, sehingga dugaan awal terkait baterai dapat dikesampingkan.

OBC dan Sistem Kelistrikan Dipastikan Aman

Selain baterai, DFSK juga memastikan bahwa komponen kelistrikan lainnya, termasuk On Board Charger (OBC), tidak menjadi sumber api. Hal ini sekaligus menanggapi dugaan dari pengemudi yang menyebutkan kebakaran bermula dari area jok kendaraan.

“Karena sopirnya bilang kan yang sumber kebakaran dari jok. Kita coba buka jok, itu OBC, di mana OBC itu hanya berfungsi pada saat mengecas, baik itu di SPKLU atau di rumah. Berarti kalau sambil jalan, itu tidak berfungsi,” kata Cing Hok Rifin.

Baca Juga: Yamaha Rayakan 70 Tahun Lewat Livery Spesial di Empat Model Populer

Ia menambahkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi OBC dan kabel tegangan tinggi dalam keadaan aman.

“Begitu kita lihat, OBC oke, kabel tegangan tinggi juga oke, sama sekali enggak terbakar. Jadi, kita sudah pastikan sumber api dari kabin. Bukan bawah, tapi kabin,” ujarnya.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Meski sumber api sementara mengarah ke area kabin, DFSK menyatakan proses investigasi belum selesai. Perusahaan saat ini bekerja sama dengan pihak ketiga independen untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan hasil investigasi yang objektif sekaligus memastikan aspek keselamatan kendaraan listrik tetap terjaga.


Berita Terkait


News Update