“Kalau hujannya intensitasnya agak tinggi ya di sini pasti terdampak, karena memang agak cekung dan di pinggir kali,” ujarnya.
Meski demikian, Jainuddin menyebut penanganan banjir kini sudah jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan pompa air berkapasitas besar serta pengerukan kali oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Pompa air dengan kapasitas sekitar 1.300 liter per detik dinilai cukup efektif mempercepat surutnya genangan.
“Yang dulu awalnya di sini sampai berhari-hari, sekarang paling lama sehari sudah kering. Tadi masih banjir, sekarang sudah kering banget,” kata dia.
Baca Juga: Banjir Lebih dari Sepekan Rendam Ratusan Rumah Warga, Ketinggian Air di Jayanti Capai 4 Meter
Selain pompa, pengerukan kali yang dilakukan pada akhir Desember lalu juga membantu memperlancar aliran air. Jainuddin menegaskan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah kelurahan bersama instansi terkait untuk meminimalkan dampak banjir di wilayah tersebut.
Menghadapi prediksi BMKG yang menyebut curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi hingga akhir Februari, pihak kelurahan terus meningkatkan kesiapsiagaan. Warga diminta mengamankan barang-barang berharga dan bersiap jika sewaktu-waktu banjir kembali datang. Posko-posko pengungsian juga telah dipetakan sebagai langkah antisipasi.
“Kami sudah menentukan titik-titik posko kalau seandainya memang terjadi lagi. Tapi kita berharap mudah-mudahan enggak terjadi lagi,” kata Jainuddin.
Ia menambahkan, sebagian besar warga Rawa Terate sudah terbiasa menghadapi banjir dan banyak rumah memiliki lantai dua sehingga tidak perlu mengungsi. Hanya sebagian kecil warga di RT 16 yang sempat mengungsi saat banjir kali ini.
Ke depan, pemerintah berencana menambah pompa air dengan kapasitas lebih besar pada tahun 2026. Pompa lama rencananya akan dipindahkan ke wilayah dekat perbatasan Jakarta Utara untuk mempercepat proses penyedotan air. Selain itu, keberadaan bendungan di sekitar wilayah tersebut juga diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang.
“Insyaallah nanti di tahun 2026 ini ada pompa lagi yang lebih besar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas SDA. Kita berharap nanti penanganan makin cepat dan banjir bisa segera surut,” pungkas Jainuddin. (cr-4)
