GUNUNG PUTRI, POSKOTA.CO.ID - Pascakejadian ambruknya atap sekolah SMKN 1 Cileungsi, pada September 2025 lalu, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Jawa Barat (Jabar) meminta Dinas PUPR Kabupaten Bogor, untuk menganalisis bangunan sekolah yang dikategorikan rusak supaya dapat segera mendapatkan rehabilitasi.
Kepala KCD Pendidikan Wilayah I Jabar, Cucu Salman mengatakan, sebanyak 37 sekolah telah diasessment Dinas PUPR dan dikategorikan rusak berat sehingga segera butuh perbaikan.
“Semenjak terjadinya musibah pertama di Cileungsi sudah ada beberapa sekolah yang kami instruksikan untuk tidak menggunakan lagi ruangan-ruangan (kelas) hasil analisis PUPR itu termasuk dalam rusak berat,” kata Cucu kepada wartawan pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Kami sudah perintahkan semua sekolah, negeri terutama yang sudah dapat kajian dari PUPR dalam kategori rusak berat ruangan tersebut jangan digunakan,” sambungnya.
Baca Juga: Penyebab Mati Listrik 7 Hari di Indonesia Apa? Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya
Salah satu sekolah yang mengalami rusak berat setelah dilakukan kajian oleh PUPR adalah SMKN 1 Bojonggede yang mana kelas-kelasnya yang berada di lantai dua dikategorikan rusak berat.
Pihak KCD, telah melarang siswa-siswi untuk belajar di kelas yang dikategorikan rusak berat oleh PUPR, sehingga pihak sekolah harus memanfaatkan fasilitas lain untuk kegiatan belajar mengajar.
“Terpaksa menggunakan ruangan yang seharusnya tidak digunakan untuk kelas jadi digunakan untuk kelas seperti lab, perpustakaan yang seharusnya tidak menjadi kelas itu terpaksa digunakan untuk kelas karena memang kekurangan,” ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, belum ada enam bulan tiga sekolah di Kabupaten Bogor atapnya ambruk karena hujan deras dan angin kencang.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Pada September 2025 lalu, atap sekolah SMKN 1 Cileungsi ambruk pada pagi hari ketika siswa-siswi tengah asyik belajar, videonya pun sempat viral di internet.
