POSKOTA.CO.ID - Kabar wafatnya pengusaha ternama Sumatera Selatan, Kemas Haji (KMS) Abdul Halim Ali, atau lebih dikenal sebagai Haji Halim Palembang, mengundang perhatian luas.
Sosok yang selama ini dijuluki Crazy Rich Sumsel tersebut meninggal dunia pada Kamis, 22 Januari 2026
Haji Halim mengembuskan napas terakhir pada usia 88 tahun setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra, Palembang.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kondisi kesehatannya menurun drastis sejak Rabu dini hari, 21 Januari 2026, sebelum akhirnya berpulang sehari kemudian.
Namun, di penghujung hidupnya, citra Haji Halim tak lepas dari bayang-bayang persoalan hukum.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin mendakwa Haji Halim dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 9 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
Ia diduga memalsukan surat penguasaan fisik lahan di Desa Peninggalan dan Desa Simpang Tungkal pada periode November–Desember 2024.
Kasus ini menyedot perhatian, karena nilai kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp127 miliar, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, kondisi kesehatan Haji Halim disebut semakin memburuk.
Bahkan, sebelum wafat, ia sempat mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang untuk berobat ke luar negeri, dengan alasan kondisi medis yang tidak memungkinkan.
Permohonan itu belum sempat dikabulkan hingga akhirnya Haji Halim meninggal dunia.
Lantas, apa sebenarnya penyebab Haji Halim Palembang meninggal, penyakit apa yang dideritanya?
Baca Juga: Penyebab Mati Listrik 7 Hari di Indonesia Apa? Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya
Apa Penyebab Haji Halim Palembang Meninggal?
Haji Halim meninggal dunia setelah berjuang melawan berbagai komplikasi penyakit dalam.
Berdasarkan keterangan medis, penyakit tersebut menyerang beberapa organ vital sekaligus, yakni jantung, paru-paru, dan fungsi liver.
Kondisi tersebut menyebabkan penurunan kesehatan secara cepat dan signifikan, terutama pada usia lanjut.
Komplikasi multisistem tersebut membuat tubuh Haji Halim tidak lagi mampu merespons pengobatan secara optimal, meski telah mendapat perawatan intensif di unit khusus jantung.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Profil Haji Halim Palembang
KMS H Abdul Halim Ali dikenal luas sebagai salah satu pengusaha terbesar di Sumatera Selatan.
Dirinya merupakan pemilik PT Sentosa Mulia Bahagia (SMB), dengan lini bisnis utama di sektor perkebunan karet dan kelapa sawit.
Selain itu, Haji Halim juga merambah sektor pertambangan batu bara melalui sejumlah perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Kekayaan dan pengaruhnya membuat ia dijuluki sebagai salah satu orang terkaya di Sumsel. Di luar aktivitas bisnis, Haji Halim dikenal sebagai sosok dermawan.
Ia kerap membantu pembangunan masjid, sekolah, serta aktif menyalurkan zakat dan bantuan sosial kepada masyarakat.
Pada tahun 2021, Haji Halim tercatat mewakafkan dana sebesar Rp100 juta kepada Badan Wakaf Indonesia Sumatera Selatan.
