Jelang Ramadan, Ini 4 Amalan Sarat Keutamaan yang Dianjurkan Selama Bulan Sya’ban

Jumat 23 Jan 2026, 20:17 WIB
Keutamaan Bulan Sya’ban dan Amalan yang Dianjurkan Ulama sebagai Persiapan Ramadhan (Sumber: Pinterest)

Keutamaan Bulan Sya’ban dan Amalan yang Dianjurkan Ulama sebagai Persiapan Ramadhan (Sumber: Pinterest)

Penegasan ini diperkuat oleh riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Sayyidah Aisyah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW hampir berpuasa sepanjang bulan Sya’ban. Praktik ini menegaskan kemuliaan Sya’ban sebagai sarana latihan fisik dan spiritual sebelum kewajiban puasa Ramadhan.

2. Memperbanyak Membaca Alquran

Selain puasa, Sya’ban juga dikenal sebagai bulan Alquran. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali (wafat 795 H) mencatat bahwa banyak ulama salaf memanfaatkan Sya’ban untuk meningkatkan intensitas tilawah.

“Dahulu dikatakan bahwa Sya’ban adalah bulannya para pembaca Alquran,” tulis Ibn Rajab dalam Lathaif Al-Ma’arif (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, h. 154).

Membaca Alquran pada bulan Sya’ban dipahami sebagai bentuk penyambutan terhadap Ramadhan, bulan diturunkannya Alquran. Tradisi ini menunjukkan bahwa persiapan Ramadhan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga ruhani dan intelektual.

3. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi SAW

Sya’ban juga dikenal sebagai bulan shalawat. Para ulama menyebut bahwa ayat perintah bershalawat kepada Nabi SAW dalam QS Al-Ahzab ayat 56 diturunkan pada bulan Sya’ban.

Syekh Abdul Hamid Quds Al-Makki menegaskan pentingnya memperbanyak shalawat, khususnya pada bulan ini yang dinisbatkan sebagai “bulan Nabi SAW”.

“Perbanyaklah shalawat kepada Nabi SAW di setiap waktu, terlebih pada bulan Nabimu, yaitu Sya’ban,” tulisnya (Kanzun Najah wa As-Surur, h. 150).

Dengan bershalawat, seorang Muslim meneguhkan kecintaannya kepada Rasulullah SAW sekaligus berharap limpahan rahmat dan syafaat beliau.

Baca Juga: Puasa Nisfu Syaban Berapa Hari dan Mulai Kapan? Catat Tanggal dan Bacaan Niatnya

4. Memperbanyak Istighfar

Amalan penting lainnya adalah memperbanyak istighfar. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki (wafat 1425 H) menegaskan bahwa istighfar merupakan zikir paling utama untuk diperbanyak pada waktu-waktu yang dimuliakan, termasuk Sya’ban dan malam Nisfu Sya’ban (Madza fi Sya’ban, h. 57).

Melalui istighfar, seorang hamba memohon ampunan atas dosa-dosanya sekaligus membersihkan hati. Dengan hati yang lebih bersih, seorang Muslim diharapkan mampu memasuki Ramadhan dengan kesiapan iman dan mental yang lebih baik.

Secara keseluruhan, bulan Sya’ban merupakan fase persiapan yang sangat bernilai sebelum Ramadhan. Puasa sunnah, tilawah Alquran, shalawat, dan istighfar bukan sekadar amalan temporer, melainkan sarana membangun kebiasaan ibadah yang berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update