Cuaca Ekstrem Berlanjut, Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Banjir dengan 112 Pompa dan OMC

Jumat 23 Jan 2026, 14:36 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem di Jakarta (Sumber: Pinterest/Annie Bardakejian)

Ilustrasi cuaca ekstrem di Jakarta (Sumber: Pinterest/Annie Bardakejian)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih berlanjut pada Jumat, 23 Januari 2026.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih akan memengaruhi wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai langkah antisipasi banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengerahkan ratusan pompa mobile ke sejumlah wilayah rawan genangan.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin, mengatakan sebanyak 112 unit pompa mobile ditempatkan di 84 titik strategis yang berpotensi mengalami genangan air.

Baca Juga: Berkeliaran saat Banjir, Ular Sanca Batik 4 Meter Bikin Geger Warga Ciledug Indah Tangerang

“Sebagai upaya mitigasi cuaca ekstrem, Dinas SDA DKI Jakarta menempatkan 112 unit pompa mobile di lokasi-lokasi rawan genangan,” ujar Ika kepada wartawan, Jumat, 23 Januari 2026.

Pengerukan Sungai dan Saluran Air Diintensifkan di Lima Wilayah Jakarta

Ilustrasi pergerukan sungai. (Sumber: POSKOTA | Foto: M Tegar Jihad)

Selain pengerahan pompa, Dinas SDA DKI Jakarta juga terus mengintensifkan pengerukan sungai guna mengoptimalkan kapasitas aliran air dan sistem drainase.

Di Jakarta Pusat, pengerukan dilakukan di Kali Ciliwung Segmen Kanal Banjir Barat (KBB), Kali Ciliwung Segmen Pejambon 1, serta KBB Jembatan Merah.

Di Jakarta Selatan, kegiatan serupa menyasar Kali Ciliwung, Kali Krukut, Kali Grogol, dan Kali Baru Barat. Sementara di Jakarta Barat, pengerukan dilakukan di Cengkareng Drain, Kali Semongol, Kali Mookervart, serta Kali Pesanggrahan.

Adapun di wilayah Jakarta Utara, pengerukan difokuskan pada Kali Angke, Kali Ancol, Kali Cakung Lama, Kali Bokor, dan Kali Mati. Sedangkan Jakarta Timur mencakup Kali Ciliwung, Cakung Drain, Kali Cipinang, Kali Sunter, dan Kali Utan Kayu.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

Ika menambahkan, pengerukan juga dilakukan di waduk, situ, embung, serta saluran mikro yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

“Sepanjang 2025, volume pengerukan mencapai 919.173 meter kubik. Untuk tahun 2026, hingga 19 Januari, total pengerukan sudah mencapai 25.746 meter kubik,” jelasnya.

Operasi Modifikasi Cuaca Kembali Digelar di Wilayah Hulu

Di sisi lain, BPBD DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Jumat pagi.

Sebanyak 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO) disebarkan di wilayah udara Kabupaten Bogor.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan penerbangan OMC dilakukan sekitar pukul 09.15 WIB dengan sasaran awan hujan di wilayah Bogor sebagai daerah hulu.

“OMC terus dilakukan karena berdasarkan prakiraan BMKG, hujan masih berpotensi terjadi di Jakarta dan sekitarnya,” kata Isnawa.

Baca Juga: Detik-detik Rumah Roboh di Jaksel Akibat Longsor, Sang Ayah Terluka Tertimpa Bangunan

BPBD DKI Jakarta juga mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan berlangsung hingga 24 Januari 2026.

Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.


Berita Terkait


News Update