Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah 18 Februari, Kapan Keputusan Pemerintah dan NU?

Jumat 23 Jan 2026, 18:30 WIB
Ilustrasi - Awal Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah jatuh pada 18 Februari. Simak perbedaan penetapan awal puasa antara Muhammadiyah, Kemenag, dan NU secara lengkap. (Sumber: Pinterest)

Ilustrasi - Awal Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah jatuh pada 18 Februari. Simak perbedaan penetapan awal puasa antara Muhammadiyah, Kemenag, dan NU secara lengkap. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Umat Islam di Indonesia mulai menantikan kepastian awal puasa Ramadhan 2026. Memasuki awal tahun, pembahasan mengenai penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah kembali mencuat, terutama setelah Muhammadiyah lebih dulu mengumumkan tanggal resminya.

Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah kerap memunculkan potensi perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah, pemerintah melalui Kementerian Agama, dan Nahdlatul Ulama (NU). Kondisi ini membuat masyarakat menunggu keputusan resmi dari masing-masing pihak.

Lantas, kapan awal puasa Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah, dan bagaimana sikap pemerintah serta NU? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca Juga: Puasa Nisfu Syaban Berapa Hari dan Mulai Kapan? Catat Tanggal dan Bacaan Niatnya

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini tercantum dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang telah diperbarui dan diumumkan ke publik.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah. Metode ini mengandalkan perhitungan astronomis yang memungkinkan penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri dilakukan jauh hari sebelum waktunya.

Keputusan tersebut ditetapkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah setelah melakukan kajian terhadap data astronomi global serta validasi parameter dalam sistem KHGT.

Selain awal Ramadhan, Muhammadiyah juga telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 1 Syawal 2026 yang diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca Juga: Ramadhan 2026 Segera Tiba, Ingat Hadits Nabi soal Keutamaan Puasa

Metode Penentuan Awal Ramadhan Versi Pemerintah dan NU

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui Kementerian Agama serta Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal yang dikombinasikan dengan perhitungan hisab astronomis.

Rukyatul hilal dilakukan dengan mengamati kemunculan hilal di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Hasil pengamatan tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat untuk menentukan apakah bulan baru telah masuk atau belum.

Keputusan sidang isbat inilah yang nantinya menjadi acuan resmi bagi pemerintah dan mayoritas umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadhan.

Baca Juga: Bolehkah Menggabung Niat Puasa Syaban dan Qadha Ramadhan? Simak Hukum, Bacaan, serta Tata Caranya

Potensi Perbedaan Awal Puasa Ramadhan 2026

Karena perbedaan metode penentuan awal bulan, potensi perbedaan awal puasa Ramadhan 2026 antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan NU tetap terbuka. Meski sama-sama menggunakan kalender Qomariyah, pendekatan hisab murni dan rukyatul hilal sering kali menghasilkan tanggal yang tidak selalu sama.

Namun demikian, perbedaan tersebut telah menjadi bagian dari dinamika penetapan kalender Islam di Indonesia dan umumnya disikapi dengan saling menghormati oleh masing-masing kelompok.

Masyarakat kini tinggal menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama yang biasanya digelar menjelang akhir bulan Syaban untuk memastikan kapan puasa Ramadhan 2026 dimulai secara resmi versi pemerintah dan NU.


Berita Terkait


News Update