GUNUNG PUTRI, POSKOTA.CO.ID - Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Jawa Barat (Jabar) Cucu Salman mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi kepada Gubernur Jabar terkait ambruknya atap sekolah SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Gubernur mengarahkan, untuk kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut harus tetap dilakukan namun dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) jarak jauh atau daring pada hari Senin mendatang.
“Pertama untuk kegiatan pembelajaran tetap harus berlangsung tetapi untuk menetralkan dulu suasana maka siswa kami belajarkan dulu di rumah dengan daring,” kata Cucu kepada wartawan, Jumat 23 Januari 2026.
Dede melanjutkan, apabila pembelajaran jarak jauh tidak efektif maka skema selanjutnya adalah para siswa akan belajar secara bergantian dengan atau sistem shift.
Baca Juga: Penyebab Mati Listrik 7 Hari di Indonesia Apa? Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya
“Nanti melihat suasana dan kesiapan guru bisa jadi terpaksa kami harus mengambil langkah untuk dibuat dua shift, pagi dan siang,” jelas Cucu.
Kemudian, sebanyak 11 kelas yang berada di lantai dua kedepannya tak akan digunakan kembali karena memiliki struktur atap yang sama dengan menggunakan baja ringan dengan genteng cokelat yang terbuat dari tanah liat.
Dede mengatakan, 11 kelas itu butuh rehabilitasi bangunan segera supaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada siswa di SMAN 2 Gunung Putri
“Ruangan lain pada pembangunan yang sama kami khawatir terjadi musibah yang sama. Maka kurang lebih ada sebelas ruang kelas yang tidak akan digunakan terlebih dahulu,” ujarnya. (cr-6)
