Atap Kelas Ambruk, KBM Siswa di SMAN 2 Gunung Putri Diliburkan Sementara

Jumat 23 Jan 2026, 17:48 WIB
Pantauan udara atap sekolah SMAN 2 Gunung Putri yang ambruk, Jumat pagi, 23 Januari 2025. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

Pantauan udara atap sekolah SMAN 2 Gunung Putri yang ambruk, Jumat pagi, 23 Januari 2025. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

GUNUNG PUTRI, POSKOTA.CO.ID - Kepala Sekolah SMAN 2 Gunung Putri, Dede Sahidin mengatakan pihaknya bakal meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam waktu yang belum ditentukan pasca ambruknya atap tiga kelas pada Jumat pagi, 23 Januari 2026.

Hal tersebut dilakukan menunggu hasil pemeriksaan sementara tim teknis dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) terkait keamanan gedung yang atapnya ambruk.

"Hari Senin dan seterusnya kita liburkan dulu sesuai dengan arahan Pak Camat juga, sambil menunggu tim teknis sampai mengizinkan anak-anak belajar lagi,” kata Dede kepada wartawan, Jumat, 23 Januari 2026.

Baca Juga: Banjir Masih Kepung Jakarta, 132 RT dan 16 Ruas Jalan Terendam Air

Dede melanjutkan, pihak sekolah sebenarnya sudah menyiapkan opsi ruang belajar sementara yang bakal memanfaatkan lab komputer serta perpustakaan untuk proses KBM berlangsung.

"Sebenernya kita punya alternatif ya, kita memastikan untuk kelas-kelas yang lain aman juga, kalau sudah aman ada tiga kelas cadangan, ada lab komputer dan perpustakaan, kita gunakan ruangan yang ada. Tapi setelah dijinkan ruangan lain aman," ungkapnya.

Pantauan Poskota di lokasi, terlihat bangunan yang di cat warna ungu itu tampak hancur, dengan puing-puing genteng dan baja ringan yang berserakan di bawah kelas.

Tiga kelas yang atapnya ambruk itu berada di lantai dua, yang mana kelas tersebut biasa digunakan oleh siswa kelas 12. Terlihat juga bentangan garis polisi yang dipasang di depan gedung kelas.

Baca Juga: 28 Juta Warga Terancam Gangguan Mental, DPR Peringatkan Masalah Kesehatan Jiwa Sudah Darurat

Peristiwa ambruknya tiga atap ruang kelas SMAN 2 Gunung Putri terjadi pada Jumat sekitar pukul 03.50 WIB dan terekam kamera CCTV.

Kejadian tersebut berlangsung saat kondisi sekolah sedang diguyur hujan.

“Kita lihat CCTV kejadian 03.50 WIB, di CCTV kondisi sedang hujan. Subuh pukul 04:30 ada laporan dari penjaga sekolah bahwa gedung ini atapnya ambruk,” kata Dede kepada wartawan di lokasi, Jumat 23 Januari 2026.

Atap ruang kelas yang ambruk tersebut diketahui dibangun sekitar tahun 2015 dengan konstruksi rangka baja ringan.

Baca Juga: Warga Kecamatan Jayanti Melahirkan di Tengah Kondisi Banjir

Namun, struktur itu masih menggunakan genteng tanah liat yang memiliki beban cukup berat sehingga diduga memengaruhi kekuatan atap. (cr-6)


Berita Terkait


News Update