Kemudian, pada November di tahun yang sama, giliran SMKN 1 Gunung Putri yang atap sekolahnya ambruk, lima kelas tempat siswa melakukan KBM luluh lanta akibat konstruksi baka ringan yang tak kuat menahan beratnya genteng dari tanah liat.
Terbaru, SMAN 2 Gunung Putri juga atapnya ikut ambruk pada Jumat, 23 Januari 2026, dikarenakan intensitas hujan yang tinggi dan juga angin kencang.
Ketiga sekolah itu memiliki konstruksi yang sama, dengan baja ringan dan genteng yang terbuat dari tanah liat. (cr-6)
