Imbas Aksi Mogok Dagang Daging Sapi, Pedagang Bakso di Cakung Beralih Jualan Bakso Ayam

Kamis 22 Jan 2026, 20:37 WIB
Sudirman pedagang bakso keliling di Cakung, Jakarta Timur, Kamia, 22 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Sudirman pedagang bakso keliling di Cakung, Jakarta Timur, Kamia, 22 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

“Seberapa pun yang punya duit, saya layanin aja, enggak nolak,” kata Sudirman.

Menurutnya, kenaikan harga daging tentu berdampak pada penghasilan. Sudirman berusaha menyikapinya dengan pasrah dan berharap kedepannya harga bisa kembali stabil. 

“Pengennya sih ya agak standar dikit lah. Naik ya naik, tapi berjalan aja,” ucapnya.

Baca Juga: Kenaikan Harga Picu Mogok Pedagang, Seluruh Kios Daging Sapi Pasar Cakung Tutup

Untuk menyiasati mahalnya bahan baku, Sudirman juga mengurangi isi bakso, seperti mengurangi jumlah bulatan bakso dalam satu porsi. Baginya, yang terpenting tetap bisa berjualan dan mempertahankan pelanggan. 

“Bisa dikurangin satu atau beberapa biji, yang penting bisa ngatur aja,” katanya.

Selama mogok dagang sapi berlangsung, ia berencana menjual bakso ayam terlebih dahulu, meski itu pun tergantung ketersediaan bahan di tukang giling. 

“Kadang-kadang tukang gilingnya juga ikut berhenti. Kalau ada ya jalanin, kalau enggak ada ya istirahat dulu,” ujarnya.

Sebagai pedagang keliling, Sudirman merasa sedikit lebih fleksibel karena bisa berpindah-pindah lokasi. Jika sepi di satu tempat, ia akan bergeser ke tempat lain. 

Menurutnya para pedagang yang memiliki lapak tetap akan mendapatkan dampak lebih banyak, dimana mereka takut kehilangan pelanggan.

“Kalau saya kan ibaratnya enggak dapat di sini, geser lagi, geser lagi. Kalau yang mangkal, pengaruhnya masih kurang, takut langganannya kabur,” ungkap Sudirman. (cr-4)


Berita Terkait


News Update