Akibat Banjir, 29 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Terancam Gagal Panen

Kamis 22 Jan 2026, 14:24 WIB
Sawah yang terancam gagal panen di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. (Sumber: Poskota/Veronica)

Sawah yang terancam gagal panen di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. (Sumber: Poskota/Veronica)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 804 hektare sawah terdampak banjir. Bahkan, 29,5 hektare sawah terancam gagal panen akibat banjir.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pangan dan Holtikultura pada DPKP Kabupaten Tangerang, Bambang mengatakan sejak akhir tahun 2025 hingga saat ini terdapat 804 hektare sawah yang terdampak banjir.

"Data per 19 Januari, dari 804 hektare sawah yang terdampak, 29,5 hektare diantaranya terancam gagal panen karena kondisi sawahnya sampai rusak," ucap Bambang.

Bambang menjelaskan, ratusan hektare sawah yang terdampak banjir itu tersebar di 15 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

"Ada di 15 kecamatan, di antaranya Tigaraksa, Cisoka, Panongan, Jayanti, Balaraja, Sindang Jaya, Rajeg, Jambe, Sukadiri, Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Kemiri, Mauk dan Sukamulya," jelasnya.

Ia menyebut, persawahan yang terdampak merupakan sawah dengan varietas inpari, ciherang, dan mekongga.

Wilayah paling banyak terdampak yakni berada di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka. 

"Di sana ada 107 hektare sawah varietas inpari dan ciherang yang terdampak," ujarnya.

Baca Juga: Seperti Apa Jam Kerja Dapur Program Makan Gratis? Ini Pembagian Tugas Pemorsian sampai Packing

Tetapkan Status Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana. Keputusan ini dilakukan usai cakupan banjir meluas.


Berita Terkait


News Update