"Jadi kami sudah menyiapkan stok daging sapi. Jadi untuk satu bulan sudah ada," ucap dia.
Sebagai informasi, kenaikan harga daging sapi dari Rp130 ribu per kilogram menjadi Rp150 kilogram membuat pedagang daging se-Jabodetabek memutuskan untuk mogok berjualan.
Hal ini dianggap Hasudungan sebagai keputusan dari paguyuban para pedagang daging sapi, lantaran kenaikan harga dirasa akan berdampak kepada daya beli masyarakat.
Baca Juga: Antrean Panjang dan Stok Terbatas, DPRD DKI Desak Evaluasi Program Pangan Bersubsidi
"Karena tuntutan mereka belum dipenuhi setelah harga sapi itu, begitu. Nah itu (mogok berjualan) kebijakan dari paguyuban mereka," ucapnya. (pan)
