JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) disebut berhasil untuk menekan cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan menyebut bahwa pelaksanaan OMC sangat efektif mengantisipasi kondisi banjir lebih buruk.
"Hari ini tuh puncaknya cuaca ekstrem, kalau enggak ada OMC, mungkin bisa lebih buruk dari banjir yang terjadi pada 16 Januari kemarin," ujar Yohan kepada Poskota, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Tradisional Hari Ini Turun, Pedagang Prediksi Kenaikan Pada Awal Ramadan
Yohan menambahkan, pada puncak pelaksanaan OMC di wilayah DKI Jakarta hari ini ada tujuh penerbangan yang dilakukan BPBD dan BNPB.
"Jadi hari ini ada tujuh penerbangan, dilakukan oleh BPBD dan juga BNPB," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan berdasarkan hasil pemantauan serta analisis meteorologi yang dilakukan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang berisiko terjadi di wilayah DKI Jakarta dan daerah sekitarnya.
“Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat berdampak pada wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan sekitarnya,” ucap dia.
Baca Juga: Harga Tembus Rp150 Ribu Per Kilogram, Pedagang Daging Sapi Se-Jabodetabek Mogok Berjualan
OMC Hari Keenam Melalui Tiga Sorti
Pelaksanaan OMC hari keenam dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Operasi ini dilaksanakan melalui koordinasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan TNI AU.
Pada sorti pertama, penyemaian awan difokuskan di wilayah overhead Perairan Selat Sunda. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 10.000-11.000 kaki dengan target awan Cumulus Mediocris yang memiliki base sekitar 5.000 kaki dan top hingga 12.000 kaki.
