Harga Tembus Rp150 Ribu Per Kilogram, Pedagang Daging Sapi Se-Jabodetabek Mogok Berjualan

Rabu 21 Jan 2026, 20:47 WIB
Pedagang daging di Pasar Mitra Tambora, Jakarta Barat, Rabu, 21 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Pedagang daging di Pasar Mitra Tambora, Jakarta Barat, Rabu, 21 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

TAMBORA, POSKOTA.CO.ID - Pedagang daging sapi di Pasar Mitra Tambora, Jakarta Barat, akan mogok berjualan mulai besok. Pedagang mogok berjualan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga.

Suhendi, 50 tahun, pedagang daging Pasar Mitra mengatakan, harga daging sapi saat ini mencapai Rp150 ribu per kilogram. Padahal harga daging normal hanya Rp130 ribu per kilogram.

"Harga daging tinggi sekarang Rp150 ribu per kilogram. Kondisinya sudah ada sekitar dua bulanan," kata Suhendi kepada Poskota saat ditemui, Rabu, 21 Januari 2026.

Dampak dari kenaikan harga daging yang melonjak ini, Suhendi menyebut konsumen menjadi menghilang. Bahkan beberapa pelanggannya ada yang tidak membeli daging.

Baca Juga: Penampakan Spanduk Penolakan Pelebaran Jalan di Depok, Warga Minta Harga Sesuai untuk Pembebasan Lahan

"Harga dari sananya naik terus, konsumen jadi enggak bisa belanja, penjualan juga susah kan. Kalau pelanggan kan kalau kemahalan enggak pada mau, penjualan jadi semakin susah juga ngejualnya," ungkapnya.

Suhendi mengatakan, karena kondisi tersebut pedagang daging di Pasar Mitra kompak akan mogok berjualan mulai besok. Pedagang yang akan mogok berjualan ini bukan hanya pedagang daging di Pasar Mitra Tambora saja, melainkan pedagang daging seluruh Jabodetabek.

"Kalau mogoknya mulai besok baru mau mulai mogok berjualan. Jadi semua total enggak jualan, se-Jabodetabek enggak jualan," kata Suhendi.

"Semuanya enggak jualan, jadi sudah ada surat edaran (mogok berjualan) juga. Dari sana harga Rp130 ribu, kami jual Rp140 ribu aja konsumen udah enggak pada mau," ucapnya.

Baca Juga: Diduga Depresi, Pria di Rumpin Bogor Gantung Diri di Kebun Singkong

Pedagang daging lain, Jumhadi, 48 tahun mengatakan, aksi mogok berjualan sebagau bentuk protes terhadap kenaikan harga daging yang sekarang ini dianggap melampaui.

"Padahal harga normal cuma Rp130 ribu per kilogram, harga sekarang udah tinggi jadi konsumennya enggak ada," kata Jumhadi.

Aksi mogok berjualan juga dimaksudkan agar pemerintah bisa mendengar aspirasi pedagang. Apalagi pedagang memprediksi harga daging terus mengalami kenaikan menjelang puasa.

"Nah makanya karena itu kami mogok, jangan sampai pas bulan puasa harga malah makin naik," ujarnya.

Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Tradisional Hari Ini Turun, Pedagang Prediksi Kenaikan Pada Awal Ramadan

Saat ini harga daging sapi di pasar tradisional mencapai Rp150 ribu per kilogram, dimana harga normal biasanya hanya Rp130 ribu per kilogram.

Sementara itu, untuk harga daging khas saat ini harganya sudah mencapai Rp170 ribu per kilogram dari yang biasanya Rp150 ribu per kilogram.

Pedagang daging Pasar Mitra menyebut mereka siap menanggung risiko tidak mendapatkan penghasilan karena mogok berjualan. Harapannya harga daging stabil dan tidak melonjak.

"Risikonya sudah kami tanggung, daripada harga terus naik apalagi udah mau puasa," kata Jumhadi. (pan)


Berita Terkait


News Update