Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid (tengah) saat melakukan pemantauan saluran air di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti. (Sumber: Poskota/ Veronica)

JAKARTA RAYA

Ratusan Rumah Warga Masih Terendam Banjir, Bupati Tangerang Cari Solusi

Jumat 16 Jan 2026, 15:46 WIB

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid kembali mendatangi lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jumat, 16 Januari 2026.

Bupati bersama Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mendatangi posko pengungsian untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak.

"Alhamdulillah saat ini kami kembali kirimkan logistik untuk warga yang terdampak banjir di sini. Kami juga memastikan kondisi kesehatan para pengungsi dalam keadaan sehat," katanya, Jumat, 16 Januari 2026.

Disela-sela kunjungannya tersebut, Bupati Tangerang bersama OPD terkait dan warga setempat juga mencari solusi untuk mengatasi banjir yang sudah merendam pemukiman sejak Senin, 12 Januari 2026 lalu.

Baca Juga: Sosok Anak dan Istri Roby Tremonti Siapa? Ini Fakta Keluarga yang Disorot Usai Memoar Aurelie Moeremans Bikin Geger

"Tadi sudah dilihat juga secara bersama-sama kondisi saluran air yang ada di dekat pemukiman ini. Memang air berasal dari luapan Sungai Cidurian. Seharusnya air yang berasal dari saluran air ini mengalir ke Sungai Cidurian, namun karena kondisi Sungai Cidurian penuh, maka air tersebut akhirnya berbalik dan mengalir ke pemukiman warga," jelasnya.

Untuk itu, ia bersama OPD terkait akan segera mencari solusi untuk melakukan upaya agar air yang merendam pemukiman dapat segera surut.

"Semoga banjir di Perumahan Cikande ini dapat segera surut. Kami juga terus melakukan pemantauan dengan menyiagakan anggota BPBD di sini," ungkapnya. 

Diketahui, ratusan rumah di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang terendam banjir dengan ketinggian 70 sentimeter hingga 2 meter.

Saat ini, warga masih mengungsi di posko pengungsian yang telah disediakan.

Tags:
BPBD Kabupaten TangerangSungai CidurianTangerangbanjir

Veronica Prasetio

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor