Bus Mercedes Benz Rakitan Indonesia Tembus Pasar Thailand

Jumat 16 Jan 2026, 15:11 WIB
Potret bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 rakitan Indonesia resmi diekspor ke Thailand. (Sumber: DCVI)

Potret bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 rakitan Indonesia resmi diekspor ke Thailand. (Sumber: DCVI)

POSKOTA.CO.ID - Industri kendaraan niaga nasional kembali mencatatkan capaian penting. Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) bersama Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) resmi melepas satu unit bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 dari fasilitas perakitan di Cikarang, Jawa Barat, untuk dikirim ke Thailand.

Pengiriman ini menjadi tonggak baru karena merupakan ekspor perdana bus Mercedes-Benz yang sepenuhnya dirakit di Indonesia menuju pasar Thailand. Unit tersebut telah dilengkapi bodi Legacy SR3 Neo Panorama produksi PT Laksana Bus Manufaktur, yang dirancang sesuai standar internasional dan regulasi negara tujuan.

Bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 yang diekspor menggabungkan teknologi sasis Mercedes-Benz dengan kemampuan industri karoseri dalam negeri.

Perpaduan tersebut memungkinkan produk memenuhi standar keselamatan dan emisi Eropa, sekaligus patuh terhadap regulasi ASEAN, khususnya Thailand.

Baca Juga: Sosok Anak dan Istri Roby Tremonti Siapa? Ini Fakta Keluarga yang Disorot Usai Memoar Aurelie Moeremans Bikin Geger

Langkah ekspor ini mencerminkan kerja sama strategis antara DCVMI dan industri karoseri nasional dalam menghadirkan kendaraan siap ekspor dengan spesifikasi global.

Indonesia Diproyeksikan Jadi Basis Produksi Ekspor

Ekspor ke Thailand menjadi bagian dari strategi jangka panjang DCVMI dan DCVI dalam menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur kendaraan niaga untuk pasar regional maupun internasional.

Kepercayaan terhadap kemampuan industri otomotif nasional sebelumnya juga disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat peresmian pabrik perakitan baru DCVMI pada Juni 2025.

“Pemerintah mengapresiasi pembangunan pabrik baru PT DCVMI di Cikarang sebagai langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan Daimler Truck AG terhadap prospek positif industri otomotif nasional Indonesia. Kami sangat menghargai komitmen untuk memperkuat pasar ekspor, membangun rantai pasok lokal, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca Juga: Daftar Sinetron Aurelie Moeremans dan Nikita Willy, Pertama Kali Main Bareng di Sinetron Ini

Direktur Utama DCVMI, Shravana T. Kumar menyebut pengiriman bus ke Thailand sebagai bukti kesiapan Indonesia dalam memenuhi standar internasional yang ketat.

“Peluncuran ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menyediakan solusi bus lengkap yang memenuhi standar keselamatan Eropa dan regional yang ketat. Dari fasilitas Cikarang, kami tidak hanya memproduksi kendaraan tetapi juga membangun kepercayaan global terhadap kemampuan manufaktur Indonesia,” kata Shravana.

Ia menambahkan, komitmen ekspor yang sebelumnya disampaikan saat peresmian pabrik kini mulai direalisasikan.

“Pada saat peresmian pabrik tahun lalu, kami menegaskan adanya target untuk mengembangkan strategi ekspor, dan hari ini kami mewujudkan komitmen tersebut. Ekspor OH 1626 L Euro 5 ke Thailand mencerminkan fokus jangka panjang kami pada kualitas, keselamatan, dan pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ASEAN,” lanjutnya.

Baca Juga: Jadwal Buka Tutup Puncak Bogor Hari Ini 16 Januari 2026 Mulai Jam Berapa? Cek One Way Arah Atas

Standar Keselamatan dan Emisi Jadi Sorotan

Potret interior Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 rakitan Indonesia. (Sumber: DCVI)

Sasis Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 telah dibekali fitur keselamatan utama seperti sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) sebagai standar. Konfigurasi mesin belakang digunakan untuk menjaga keseimbangan dan dinamika kendaraan, sementara struktur rangka dirancang untuk ketahanan jangka panjang.

Dari sisi bodi, PT Laksana Bus Manufaktur memastikan seluruh area penumpang memenuhi standar keselamatan internasional, termasuk UNECE R66 untuk perlindungan kecelakaan terbalik, UNECE R118 untuk material interior tahan api, serta ECE R43 untuk kaca keselamatan.

Bus ini juga dilengkapi kursi dan titik pengikat sesuai standar UNECE R80, sabuk pengaman UNECE R14, serta pintu darurat yang memenuhi regulasi Thailand.

Direktur Komersial PT Laksana Bus Manufaktur, Alvin Arman, menilai ekspor ini menjadi bukti daya saing industri karoseri nasional.

Baca Juga: Profil Sri Sunarti dalam Buku Broken Strings, Sosok Ibu Aurelie Moeremans yang Menjadi Mertua dr Tyler Bigenho

“Unit ekspor ini membuktikan bahwa bodi bus buatan Indonesia dapat sepenuhnya memenuhi standar keselamatan Eropa sembari juga memenuhi persyaratan pasar khusus di Thailand,” ujar Alvin.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan DCVMI menghasilkan produk yang menggabungkan keselamatan, kenyamanan, dan desain modern.

“Melalui kolaborasi erat dengan DCVMI, kami telah menghasilkan produk yang menggabungkan keselamatan, kenyamanan, dan desain kontemporer, memperkuat daya saing Indonesia di industri bus regional,” kata Alvin.

Pengiriman bus Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 5 ke Thailand semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur andal bagi Daimler Truck di kawasan ASEAN. Langkah ini juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan nilai industri, penguatan rantai pasok regional, serta pertumbuhan ekspor kendaraan niaga dari Tanah Air.


Berita Terkait


News Update