LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Ratusan warga tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lebakgedong menggalang dana untuk keperluan logistik korban banjir di Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.
Langkah itu dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah, karena bangunan Hunian Tetap (Huntap) korban bencana belum direalisasi sejak 6 tahun lalu.
Selama hunian tetap belum dibangun, korban banjir bandang tinggal di Hunian Sementara (Huntara).
"Hasil open donasi itu nantinya akan dikumpulkan untuk pembangunan hunian tetap," kata salah seorang relawan Ade Surnaga kepada wartawan, Kamis, 15 Januari 2026.
Tinggali Huntara Bertahun-tahun
Hunian sementara ditinggali 221 Kepala Keluarga korban banjir bandang pada 2020. Selama enam tahun tinggal di hunian tersebut, mereka hidup serba keterbatasan.
"Ada beberapa barang material yang sudah terkumpul dari para relawan. Mulai dari pasir satu mobil, semen 12 sak, hebel, besi ceker ayam, kayu, terpal dan air mineral," ujarnya.
Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebak khususnya, umumnya masyarakat Indonesia untuk sama-sama membantu pembangunan Huntap bagi warga Lebakgedong.
Penggalangan dana dibuka hingga 20 Januari 2026. Namun, tidak memutup kemungkinan waktu penggalangan diperpanjang.
"Semoga dengan semangat kebersamaan, harapan warga Lebakgedong bisa secepatnya memiliki Huntap," ucapnya.
Ia menyebutkan, seluruh sumbangan yang diperoleh dari para relawan akan dikumpulkan di depan Pendopo Bupati Lebak.
"Dikumpulkan di sini, nanti setelah terkumpul semuanya diangkut ke Huntara Lebakgedong," ujar dia.
Salah seorang pemuda Lebakgdong, Zaenudin mengatakan, alasan membuka ruang open donasi untuk warga Huntara, lantaran pembangunan Huntap tidak ada kepastian dari pemerintah.
"Kasian warga, mereka terkatung-katung tinggal di gubuk enam tahun, sementara melihat warga Bogor sudah punya Huntap, jalan bagus," sambungnya.
Menurutnya, uang donasi akan digunakan untuk kebutuhan pemerataan lahan termasuk sewa alat berat.
"Nanti kami akan gunakan buat solar, sewa alat berat dan kebutuhan lainnya," tuturnya. (fat)
