Tergerus Air Sungai, Jalan Kaduagung-Gunungkencana di Lebak Ambles

Rabu 14 Jan 2026, 22:01 WIB
Sejumlah kendaraan ekstra hati-hati saat melintasi jalur Kaduagung-Gunungkencana yang ambles tergerus air sungai. (Sumber: Istimewa)

Sejumlah kendaraan ekstra hati-hati saat melintasi jalur Kaduagung-Gunungkencana yang ambles tergerus air sungai. (Sumber: Istimewa)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Jalan sepanjang 50 meter di jalur Kaduagung-Gunungkencana, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Lebak, Banten ambles.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026 kemarin, saat wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari berturut-turut sehingga air sungai Ciujung meluap.

Kusnaedi 30 tahun, warga sekitar, mengungkapkan badan jalan yang longsor itu diperkirakan sepanjang 50 meter dan kedalaman kurang lebih 5 meter.

"Amblasnya jalan itu akibat tergerus curah hujan tinggi dan aliran air Sungai Ciujung yang meluap," ungkapnya pada Rabu, 14 Januari 2026.

Baca Juga: Sosok Anak dan Istri Roby Tremonti Siapa? Ini Fakta Keluarga yang Disorot Usai Memoar Aurelie Moeremans Bikin Geger

Kusnaedi memastikan tidak ada kendaraan yang terjatuh saat kejadian. Namun saat ini kondisi jalan mengkhawatirkan, namun longsornya tanah itu merusak sejumlah warung milik warga yang berada tidak jauh di titik lokasi kejadian.

"Saat kejadian, lalu lintas kendaraan sedang sepi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi jalan ambles belum ada perbaikan dari pemerintah. Penanganan sementara baru sebatas pemasangan garis pembatas di sekitar lokasi longsor.

"Belum diperbaiki, cuma dikasih garis pembatas saja," ucapnya.

Baca Juga: Profil Sri Sunarti dalam Buku Broken Strings, Sosok Ibu Aurelie Moeremans yang Menjadi Mertua dr Tyler Bigenho

Longsor Terjadi di 2 Titik

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh menuturkan bahwa longsor di Jalan Kaduagung- Gunungkencana terjadi di dua titik utama, yakni di Kampung Cikoret dan sekitar Jembatan Cikupa.

"Yang parah itu di Cikoret dan di jembatan Cikupa. Untuk sementara masih bisa dilintasi, tapi kami sudah pasang police line dan sistem buka-tutup jalan," ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan awal akan difokuskan pada pengamanan tebing sungai, karena aliran air sungai langsung menghantam bahu jalan. 

"Analisis teknis lanjutan akan dilakukan bersama bidang Sumber Daya Air (SDA). Penanganannya nanti, pengamanan tebing sungai dulu," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update