JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Masyarakat menyambut baik pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Januari 2026.
Salah seorang warga, Ryan, 35 tahun, mengatakan, pembongkaran tiang monorel ini dianggap langkah baik.
"Bagus sih, karena kapasitas jalannya antara lambat dan cepat, jalur cepat dan lambatnya terpisah karena tiang monorel," kata Ryan kepada wartawan di lokasi, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia mengatakan, keberadaan tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said sudah tidak relevan.
"Kalau tiang monorel dibongkar kan jalannya jadi lebih rapi. Jadi memang harus dihancurin," ujarnya.
Di Kawasan tersebut, sudah terdapat moda transportasi umum, seperti MRT, LRT, hingga Transjakarta.
"Jadi memang benar-benar sudah sangat enggak relevan. Ya bagus lah kalau tiang monorel ini dibongkar, soalnya malah mengganggu estetika Kota Jakarta," ucapnya.
Tiang Monorel Mangkrak Biang Kemacetan
Hal senada diutarakan Syahrial, 31 tahun, warga Jakarta Selatan. Menurutnya, tiang monorel harus dibongkar, karena menimbulkan kemacetan.

Pembongkaran 109 tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan itu.
"Jadi memang harus dibongkar sih, apalagi kan jalur sini Rasuna Said kalau pagi macet, pas jam kerja itu macet. Apalagi yang mau ke arah persimpangan Mampang itu," katanya.
Warga lain, Kiki Sundari, 26 tahun, berharap, pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said dipercepat supaya lokasi terlihat rapi.
"Kalau saya si berharap pembongkarannya jangan memakan waktu lama ya, dan jangan sampai mengganggu aktivitas warga aja sih," ujar dia.
Di sisi lain, Kiki menyoroti terkait penataan kawasan Kuningan yang dilakukan Pemprov Jakarta.
Sebagai warga Jakarta, ia menuturkan, penataan kawasan dilakukan secara optimal dengan mencakup seluruh aspek.
"Supaya pejalan kaki, pengguna Transportasi seperti saya ini bisa lebih nyaman lah. Terutama terkait fasilitas umumnya," tuturnya.