Warga Kibin Banten Terdampak Banjir, Polres Serang Sebut Sistem Drainase Buruk

Selasa 13 Jan 2026, 21:48 WIB
Ilustrasi banjir. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Ilustrasi banjir. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

KIBIN, POSKOTA.CO.ID - Warga Perumahan Bumi Negara Lestari (BNL) Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten terdampak cuaca ekstrem pada Selasa, 13 Januari 2026.

Para warga mengalami kesulitan karena area tersebut tergenang banjir. Adanya hal tersebut, bantuan logistik dikirimkan dari pihak Polres Serang.

Tak hanya itu, dapur umum pun didirikan untuk membantu warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang mengalami kesulitan akibat genangan banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Cikambui dan buruknya drainase.

Baca Juga: Sosok Anak dan Istri Roby Tremonti Siapa? Ini Fakta Keluarga yang Disorot Usai Memoar Aurelie Moeremans Bikin Geger

"Logistik tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan dapur umum agar dapat memenuhi kebutuhan makan warga terdampak," kata Andri kepada Poskota pada Selasa, 13 Januari 2026.

Diketahui bantuan logistik yang diberikan berupa satu kwintal beras, 80 dus mie instan, 50 kilogram telur, 25 kilogram gula, kecap, saus sambal, saus tomat, air mineral serta berbagai jenis biskuit dan makanan ringan lainnya.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak cuaca ekstrem dan membantu kelancaran dapur umum,” ujar Andri Kurniawan.

Sisir Lokasi Banjir

Selain memberikan bantuan logistik, pihak kepolisian juga turut menyisir lokasi banjir.

Baca Juga: Sosok Kelly, Jo, Mama Jo, Milo, Tom, dan Zane di Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Siapa? Ini Dugaan Identitas yang Tuai Teka-Teki

Ditemukan jika genangan air disebabkan oleh buruknya sistem drainase di kawasan perumahan tersebut, sehingga luapan Sungai Cikambui meluap akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

"Kondisi tersebut membuat air tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya menggenangi pemukiman warga," ucap Andri.

Lebih lanjut, warga diberi imbauan agar anak-anak diawasi untuk tidak bermain di bantaran sungai yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mengingatkan para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, jangan sampai bermain di sekitar sungai karena debit air bisa meningkat sewaktu-waktu dan sangat berbahaya,” pungkasnya.


Berita Terkait


News Update