SERANG, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyikapi secara serius peringatan cuaca ekstrem yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah II.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditambah prakiraan hujan lebat hingga sepekan ke depan, dinilai berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan informasi dari BMKG menjadi peringatan dini atau early warning yang sangat penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan.
Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini untuk meminimalkan dampak bencana.
“Informasi cuaca ekstrem dari BMKG kami jadikan dasar utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan longsor,” ujar Lutfi Mujahidin dalam keterangannya dikutip pada Selasa, 13 Januari 2025.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Banten telah menginstruksikan seluruh BPBD kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel, logistik, serta peralatan kebencanaan.
Selain itu, jalur komunikasi dan koordinasi lintas sektor diminta tetap aktif dan siaga selama masa cuaca ekstrem.
“Kami meminta seluruh BPBD kabupaten dan kota memastikan kesiapan personel, peralatan, dan logistik, serta memperkuat koordinasi agar respon cepat dapat dilakukan jika terjadi bencana,” kata Lutfi.
Fokus di Wilayah Rawan Bencana
Luthfi menjelaskan fokus pemantauan berada di wilayah-wilayah rawan bencana, khususnya daerah yang kerap terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, dan Tangerang.
“Pemantauan kami fokuskan pada kawasan bantaran sungai, lereng perbukitan, serta daerah dengan sistem drainase yang terbatas,” ujarnya.
Selain kesiapsiagaan aparat, BPBD Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap perubahan cuaca.
Baca Juga: Evaluasi Penanganan Banjir, Pemkot Jakbar Keruk Kali Sepak Kembangan Sepanjang 1,4 Kilometer
Warga diminta menghindari aktivitas di wilayah rawan longsor maupun aliran sungai saat hujan lebat.
“Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, pohon tumbang, atau kenaikan muka air sungai agar dapat ditangani lebih cepat,” ujarnya.
Dalam upaya kesiapan respon cepat, BPBD Banten terus berkoordinasi dengan BMKG, TNI/Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta relawan kebencanaan. Sinergi lintas sektor dinilai sangat penting dalam penanganan bencana.
“Koordinasi lintas instansi terus kami perkuat agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif,” pungkasnya.