Dirtif Indef Tauhid Ahmad Orasi Ilmiah di Depan Wisudawan STEI, Soroti Indonesia Emas 2045

Selasa 13 Jan 2026, 15:37 WIB
Indonesia Emas 2045 menjadi visi saat wisuda mahasiswa STEI. (Sumber: Dok. Istimewa)

Indonesia Emas 2045 menjadi visi saat wisuda mahasiswa STEI. (Sumber: Dok. Istimewa)

"Serta ingat jangan takut melangkah ke masa depan, karena setiap Langkah kecil hari ini akan menjadi lompatan hari esok," ucap dia.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI), Ridwan Maronrong menyampaikan kepada seluruh wisudawan yang akan meninggalkan bangku kuliahnya. STEI berusaha menciptakan generasi yang unggul untuk menuju Indonesia Emas 2045.

“Di tengah dinamika perubahan global dan transformasi digital yang sangat cepat, STIE Indonesia menyadari bahwa keberlangsungan dan keunggulan institusi hanya dapat dicapai melalui transformasi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Bukan hanya mengadopsi teknologi, tetapi membangun ekosistem akademik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan,” tutur dia.

Ridwan melanjutkan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, kurikulum relevan, riset berdampak, dan jejaring global, STIE Indonesia akan mampu meningkatkan kualitas lulusannya. Selain itu, ia mambahkan memperkuat reputasi institusi, dan berkontribusi nyata dalam mengembangkan Pendidikan di Indonesia.

Ia menegaskan dalam pengembangan kedepan di bidang akademik dan pembelajaran, STIE Indonesia akan mendorong pembelajaran adaptif berbasis teknologi. Dengan mengembangkan blended learning & hybrid learning secara konsisten, Pembelajaran berbasis case-based learning (CBL) dan project-based learning (PBL) akan terus dikembangkan dan ditingkatkan sesuai kebutuhan industri guna mendorong student-centered learning, serta penguatan kompetensi digital.

Baca Juga: Sosok Kelly, Jo, Mama Jo, Milo, Tom, dan Zane di Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Siapa? Ini Dugaan Identitas yang Tuai Teka-Teki

“Kurikulum akan terus dikembangkan secara responsif melalui pendekatan OBE (outcome Based education) dan berdampak secara fleksibel dan terukur dengan integrasi ekonomi digital, data analitik dan kewirausahaan, serta keberlanjutan. Sehingga diharapkan Kurikulum akan tetap relevan, mutakhir, dan berdaya saing internasional,” kata dia.

Pengembangan dosen tetap menjadi prioritas utama, melalui peningkatan kualifikasi, kompetensi digital, produktivitas riset, serta kolaborasi nasional dan internasional. Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, STEI mengarahkan seluruh kegiatan agar berdampak nyata bagi dunia usaha, UMKM, dan pembangunan masyarakat. Melalui penguatan publikasi ilmiah dan jejaring global, STEI berkomitmen meningkatkan visibilitas dan reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional.

“Dengan transformasi ini kedepan, kami optimistis bahwa STIE Indonesia akan tumbuh sebagai institusi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, serta berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.


Berita Terkait


News Update