Kompleksitas pasal ini menunjukkan bahwa perkara tidak hanya menyentuh aspek pidana umum, tetapi juga kejahatan berbasis teknologi finansial.
Perubahan Struktur PT Uang Indonesia Digital
Seiring mencuatnya laporan hukum, publik menyoroti perubahan manajemen PT Uang Indonesia Digital, perusahaan yang dikenal mengelola Akademi Crypto. Berdasarkan data korporasi yang beredar, nama Timothy Ronald dan Kalimasada tidak lagi tercantum dalam jajaran direksi maupun komisaris per Januari 2026.
Perubahan ini memicu spekulasi publik. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menegaskan apakah perubahan tersebut berkaitan langsung dengan kasus hukum yang berjalan.
Perusahaan dan Bisnis Timothy Ronald
Di luar Akademi Crypto, Timothy Ronald dikenal memiliki jaringan bisnis luas di sektor digital dan investasi. Ia tercatat sebagai pendiri Floq, platform jual beli kripto yang dikembangkan bersama mantan CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis.
Selain itu, Timothy juga merupakan co-founder Ternak Uang, platform edukasi investasi yang cukup populer di Indonesia. Ia juga mendirikan Ronald Capital, perusahaan investasi yang mengadopsi pendekatan ala value investing.
Di sektor non-digital, Timothy diketahui memiliki kepemilikan saham di Holywings Group serta jutaan lembar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Peran Kalimasada dalam Dunia Kripto
Kalimasada dikenal sebagai trader dan pengajar kripto profesional. Sebelum perubahan manajemen, ia menjabat sebagai direktur di Akademi Crypto. Namanya kerap mencuat karena klaim keberhasilan mengembangkan modal kecil menjadi besar.
Dalam beberapa materi edukasi channel Youtubenya @Kalimasada, ia pernah menyampaikan, “Modal Rp30 juta bisa berkembang menjadi Rp7 miliar dalam dua tahun jika dikelola dengan disiplin,” demikian klaim yang beredar dalam sesi edukasi daring.
Klaim pertumbuhan aset dari nol hingga Rp100 miliar juga sering digunakan sebagai narasi motivasi dalam program pelatihan.
Dari Mana Sumber Kekayaan Timothy Ronald dan Kalimasada?
Hingga Januari 2026, sumber kekayaan keduanya dikaitkan dengan bisnis edukasi kripto, platform digital, serta portofolio investasi aset kripto dan saham.
Kekayaan Timothy Ronald diperkirakan berada di kisaran Rp1 triliun hingga Rp2 triliun, dilihat dari kepemilikan aset dan gaya hidup, termasuk koleksi mobil mewah seperti McLaren dan Porsche. Sementara itu, kekayaan Kalimasada lebih banyak diasosiasikan dengan hasil trading kripto dan aktivitas edukasi berbayar.
