Banjir Kepung Jakarta Akibat Hujan Deras, Pramono: Penangan Tidak Bisa Bersifat Sporadis

Senin 12 Jan 2026, 14:30 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyampaikan pernyataan kepada awak media di Rusun Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin, 12 Januari 2025. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyampaikan pernyataan kepada awak media di Rusun Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin, 12 Januari 2025. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat sebanyak 10 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di wilayah Ibu Kota tergenang banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

Merespon hal itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penanganan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis atau sesaat.

"Memang penanganan untuk banjir di Jakarta tidak bisa bersifat sporadis," ucap Pramono di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin, 12 Januari 2025.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Kali Angke, Air Sampai Masuk Kantor BJB dan Samsat

Pramono menjelaskan, saat ini Pemprov Jakarta telah menyiagakan seluruh perangkat pengendali banjir, termasuk pompa air yang jumlahnya mencapai sekitar 1.200 unit. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 600 unit merupakan pompa portabel dan 600 unit lainnya berupa pompa mobile yang siap digerakkan ke lokasi-lokasi rawan genangan.

"Dan kalau lihat sekarang curah hujan yang seperti ini, dulu pasti sudah (ada) genangan dimana-mana," ujar Pramono. 

Ia mencontohkan kawasan Ancol yang sempat mengalami kenaikan permukaan air akibat pasang dan hujan. 

Baca Juga: Waspada Cuaca Buruk, Cek Link Gratis Real Time untuk Pantau Banjir di Jakarta,

Namun, berkat respons cepat petugas dengan mengoperasikan pompa air, genangan dapat segera dikendalikan.

"Sekarang ini karena selalu kita siagakan. Termasuk sekarang di Ancol memang ada kenaikan permukaan air langsung kita pompa," kata Pramono. 

Menurut dia, penanganan banjir harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, mulai dari langkah jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

Baca Juga: Direlokasi dari TPU Kebon Nanas, Warga Akui Tinggal di Rusun Lebih Nyaman

"Sehingga dengan begitu, itu yang tetap akan kita lakukan dalam penanganan untuk banjir di Jakarta," ungkap Pramono. (cr-4)


Berita Terkait


News Update