Penurunan Tanah Ancam Pemukiman Muara Baru, Rumah Warga Mulai Retak

Minggu 11 Jan 2026, 17:06 WIB
Kondisi rumah warga di Muara Baru, Jakarta Utara yang terlihat retak, Minggu, 11 Januari 2025. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Kondisi rumah warga di Muara Baru, Jakarta Utara yang terlihat retak, Minggu, 11 Januari 2025. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Kondisi tersebut membuat Adinda dihantui rasa khawatir. Ia takut penurunan tanah semakin parah hingga menyebabkan bangunan amblas. 

“Kalau khawatir, pasti. Takutnya tiba-tiba amblas,” ujar dia.

Meski demikian, pindah bukanlah perkara mudah. Adinda mengaku telah membeli sebidang tanah di Bekasi sebagai rencana jangka panjang untuk meninggalkan Muara Baru. Namun keterbatasan biaya membuat rencana tersebut belum bisa direalisasikan. 

“Beli rumah itu bukan sejuta dua juta, ratusan juta. Tanah sudah ada, tinggal bangun, tapi biayanya belum siap,” kata dia.

Baca Juga: Rumah Makan Sambal Gledek Dilalap Api Dini Hari, 16 Unit Mobil Damkar Diterjunkan

Senada dengan Adinda, warga lainnya, Cakra (40), juga merasakan langsung dampak penurunan tanah. Ia telah tinggal di kawasan pelabuhan hampir 10 tahun dan menyebut kerusakan bangunan sebagai tanda paling nyata. 

“Retak-retak. Bahaya. Pintu saja sudah enggak di posisi semula, dibetulkan tetap turun lagi,” kata dia.

Menurut Cakra, kondisi tersebut membuat pintu rumah sulit ditutup karena pergeseran struktur bangunan akibat tanah yang terus turun. 

“Kalau pintu sorong itu, naik turun sedikit saja sudah enggak bisa ditutup. Itu sudah kelihatan tanahnya yang turun,” ujar Cakra.

Sebagai warga yang tinggal dekat laut, Cakra menyebut rob sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, ia mengakui intensitas dan dampaknya kini terasa tidak biasa. 

“Kalau dekat pantai sudah jelas terasa. Rob itu sudah jelas, tapi sekarang rasanya makin parah,” ujarnya.

Rasa khawatir tetap ada, namun keterbatasan ekonomi membuat warga hanya bisa bertahan dan beradaptasi seadanya. Upaya yang dilakukan pun sebatas menambal retakan atau mengganjal bangunan. 


Berita Terkait


News Update