“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” ucapnya.
Dari sisi wilayah, permintaan sepeda motor di luar Pulau Jawa menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut mampu menutup penurunan penjualan di Pulau Jawa, yang terdampak pelemahan sektor industri dan pengurangan tenaga kerja di sejumlah daerah.
Kinerja komoditas di luar Jawa dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua.
Pengunjung dan Transaksi di IMOS 2025 Bertambah
Upaya menjaga minat pasar juga dilakukan melalui penyelenggaraan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 yang digelar di ICE BSD pada 24–28 September 2025.
Pameran itu mencatatkan 103.789 pengunjung, dengan total penjualan lebih dari 1.500 unit sepeda motor. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai sekitar Rp70 miliar, menunjukkan antusiasme pasar yang masih terjaga.
Ekspor Sepeda Motor Indonesia Terus Tumbuh
Selain pasar domestik, kinerja industri sepeda motor nasional juga ditopang oleh sektor ekspor. Sepanjang 2025, anggota AISI mencatat ekspor CBU sebanyak 544.133 unit, sementara ekspor CKD mencapai 8.139.894 set.
Tak hanya itu, ekspor suku cadang juga mencatat angka signifikan dengan total 138.455.487 pcs, memperkuat kontribusi industri sepeda motor Indonesia di pasar global.
