Pertambahan tersebut dipengaruhi momentum libur hari besar keagamaan dan libur panjang. Sementara, pada semester II, jumlah kunjungan relatif stabil di kisaran 24.000 hingga 39.000 orang per bulan.
"Penurunan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2025 dipengaruhi oleh faktor cuaca, mengingat musim hujan berlangsung hampir sepanjang tahun dan kerap disertai gelombang tinggi," katanya.
Evaluasi Pengelola Tempat Wisata
Lebih lanjut, ia menegaskan, data kunjungan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, promosi destinasi, serta penguatan konsep pariwisata berkelanjutan agar kunjungan wisatawan kembali meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
"Kami terus mempromosikan destinasi wisata Kepulauan Seribu dan berharap dukungan dari seluruh lintas sektor. Semoga tahun ini jumlah wisatawan dapat meningkat lebih signifikan," tuturnya. (cr-4)
