"Pelaku tiap kali tawuran tidak hanya mempergunakan senjata tajam tapi juga menggunakan bom molotov terhadap lawannya dari kelompok kampung lainnya," tuturnya.
Menurut Chairul, kasus tawuran merupakan bagian dari kenakalan remaja. Mereka melakukan hal tersebut untuk mencari eksistensi atau pengakuan diri.
Ia pun mengimbau kepada orang tua untuk memperhatikan pergaulan anak-anaknya agar tidak turut serta dalam tawuran.
“Cek pergaulan para anak-anak untuk tidak mengarah ke yang negatif," ungkapnya.
Hingga kini, para pelaku yang berhasil diamankan masih dalam pemeriksaan penyidik. Apabila tidak terbukti membawa sajam akan dilakukan pembinaan. Namun jika terbukti, maka proses hukum akan dilakukan sesuai prosedur yang ada.
