POSKOTA.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan terus menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) di awal tahun 2026, termasuk penyelesaian tahap akhir Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Program Indonesia Pintar (PIP).
Namun, jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diimbau untuk segera bertindak karena ada tenggat waktu kritis pada 31 Januari 2026.
Jika tidak dicairkan atau diaktivasi tepat waktu, dana bantuan berisiko dikembalikan ke kas negara.
Hasil Pantauan Redaksi Poskota pada Rabu, 7 Januari 2026 di Facebook INFO Bansos PKH sudah ada pencairan namun dalam bentuk struk bank di cabang cirebon, belum ada kepastian apakah ini benar-benar pencairan bansos PKH atau BPNT terbaru atau susulan.
Baca Juga: Bansos BPNT Januari 2026 Cair Rp600.000? Cek Daftar Penerimanya
Penyaluran bansos susulan tahap 4 PKH dan BPNT tahun anggaran sebelumnya masih berlangsung hingga akhir Januari ini.
Selain itu, Perum Bulog juga mendistribusikan bantuan pangan beras 10 kg untuk mendukung daya beli masyarakat.
Ada Bansos Apa Saja?

- PKH dan BPNT: Segera Cek dan Tarik Saldo di Kartu KKS
Pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) disarankan untuk rutin memeriksa saldo karena pencairan susulan masih dilakukan secara bertahap melalui bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BSI).
Baca Juga: Cara Dapat Bansos Rp600.000 dari Pemerintah Tahun 2026, Siapkan NIK KTP
Jika tidak ada transaksi dalam periode tertentu, dana dapat dianggap tidak tersalurkan dan dikembalikan ke negara.
Pantau status di sistem SIKS-NG; jika sudah mencapai Standing Instruction (SI), bantuan siap diambil di ATM atau agen bank terdekat.
- Bantuan Pangan Beras 10 Kg: Ambil dalam 5 Hari Setelah Undangan
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Perum Bulog menyiapkan stok 720.000 ton beras yang disalurkan kepada sekitar 18,27 juta keluarga selama Januari hingga April 2026.
Penerima akan mendapat undangan resmi dari PT Pos Indonesia atau kantor desa/kelurahan.
Aturan tegas berlaku: bantuan harus diambil dalam waktu 5 hari setelah undangan diterima. Jika tidak, petugas dapat mengalihkannya ke warga lain dalam daftar tunggu.
- Aktivasi Rekening PIP: Prioritas Utama bagi Orang Tua Siswa
Kementerian Pendidikan telah memperpanjang batas aktivasi rekening PIP tahun anggaran 2025 hingga 31 Januari 2026, berdasarkan surat edaran resmi.
Ini menjadi kesempatan terakhir bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK yang masuk nominasi agar bantuan tidak hangus.
Langkah aktivasi:
- Cek nama anak di situs resmi pip.kemdikbud.go.id.
- Ambil surat pengantar aktivasi dari kepala sekolah.
- Kunjungi bank penyalur: BRI untuk SD/SMP, BNI untuk SMA/SMK, lengkap dengan KTP orang tua, Kartu Keluarga (KK), dan surat sekolah.
Nominal bantuan PIP berkisar Rp450.000 untuk SD hingga Rp1,8 juta untuk SMA, tergantung jenjang pendidikan.
Pemerintah menekankan pentingnya proaktif memantau status bantuan melalui kanal resmi.
Jangan tunggu hingga akhir bulan untuk menghindari antrean dan risiko kehilangan hak. Proses bansos sepenuhnya gratis, waspadai penipuan yang meminta biaya administrasi.